Jalan menuju Sikabau di Nagari Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat rusak parah, foto diambil Rabu (24/4).
Jalan menuju Sikabau di Nagari Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat rusak parah, foto diambil Rabu (24/4).

BATAMCLCIK.COM: Kabupaten Pasaman Barat dikategorikan sebagai salah satu daerah
tertinggal, bersamaan dengan dua daerah lain seperti Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Kepulauan Mentawai di Provinsi Sumatera Barat.

Tertinggalnya Kabupaten Pasaman Barat dapat ditandai dengan rusaknya akses jalan menuju Sikabau, tepatnya di Nagari Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat-Sumbar.

Ketua Pemuda Lintas Nagari (Pelangi) Kabupaten Pasaman Barat, Indra Oloan Batu Bara
mengatakan, sudah selayaknya pemerintah daerah Kabupaten Pasaman Barat segera
menganggarkan pembangunan jalan ke Sikabau. Yang kondisinya saat ini rusak parah dan
memprihatinkan.

“Kasihan sekali masyarakat kita yang berada di Sikabau, sudahlah terisolir karena akses
jalan yang rusak parah, mereka kini makin susah untuk keluar berpergian. Terutama bagi
anak sekolah yang setiap hari melewati jalan itu,” kata Indra kepada Batamclick.com, Rabu
(24/4).

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati Pasaman Barat, Yulianto mengatakan, pemerintah daerah telah mendapatkan bantuan dari APBN berupa Dana Alokasi Kusus (DAK) untuk tahun 2019 ini, yang akan dipergunakan dalam pembangunan jalan menuju Sikabau.

“Pembangunan jalan menuju Sikabau telah di anggarkan dari APBN tahun ini. Termasuk juga pembangunan jembatan Katiagan. Memang kalau melihat kondisi sekarang, masyarakat khususnya pengguna kendaraan roda empat terpaksa melewati Tiku sekitar tiga jam lamanya, dengan jarak yang cukup jauh,” jelas Yulianto.

Dikatakan, pemerintah daerah bersama DPRD telah sepakat untuk melakukan pembangunan tersebut, terlebih bagi wilayah pesisisr atau pinggir pantai Pasaman Barat yang tertinggal.

“Pinggiran wilayah Pasaman Barat walaupun dengan keterbatasan APBD, akan tetap kita
lanjutkan pembangunannya. Tapi secara bertahap karena keterbatasan anggaran. Tentunya mengharapkan bantuan dari APBN,” pungkasnya.(sep)