BATAMCLICK.COM – Guru honorer SMA berinisial EY (34) ditangkap anggota Satreskrim Polres Ketapang dan Polek Sandai.

Dikutip TribunWow.com dari Tribun Pontianak, Kamis (14/3/2019), EY ditangkap setelah beredar foto syur siswi SMA berinisial MA (16).

Foto syur tersebut beredar setelah ponsel milik MA hilang di sekolah pada Februari 2019.

Berdasar penyelidikan polisi, ternyata ponsel tersebut merupakan pemberian EY. Ternyata selama ini EY menjalin hubungan asmara dengan MA.

EY ditangkap atas laporan saudara MA yang mempertanyakan tersebarnya foto syur MA tersebut. Kemudian MA menceritakan apa yang terjadi selama ini kepada saudaranya itu.

“Awalnya pelapor yang merupakan saudara korban memanggil korban untuk mempertanyakan kenapa foto-foto pribadi korban bisa tersebar. Akhirnya korban cerita bahwa foto itu ada di dalam ponselnya yang hilang. Foto tersebut dikirim korban kepada tersangka atas permintaan tersangka,” jelas AKP Eko Mardianto, Kasatreskrim Polres Ketapang, Selasa (12/3/2019).

Sesuai keterangan MA, ternyata tersangka dan MA telah melakukan hubungan suami istri sekitar 10 kali.

Tersangka juga menjanjikan korban akan memberikan nilai bagus jika menuruti nafsu birahinya. Jika korban menolak, tersangka akan memberi nilai jelek kepada MA.

Selain itu, tersangka juga sering memberi uang kepada korban.

“Korban juga sering diberi uang Rp 50.000 sampai Rp 150.000. Tersangka juga membelikan korban sebuah handphone,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka mengaku tidak pernah memaksa korban untuk melayani nafsu birahinya. Tersangka mengungkapkan bahwa antara dirinya dengan MA memang terjalin hubungan. Padahal, EY sudah memiliki istri, dan seorang anak.

Tersangka menyebut bahwa hubungannya bermula saat MA kerap pergi ke kantin sekolah.

“Awal mulanya dia sering ke kantin sekolah milik saya dan membantu di sana. Dari situlah kemudian jadi akrab. Kami bertukar nomor ponsel juga,” kata EY.

Setelah saling bertukar nomor telepon, mereka kerap bertukar hadiah. Akhirnya mereka menjalin hubungan mulai November 2018.

Sejak itulah, MA kerap minta uang dari kekasih gelapnya itu. Tersangka semakin tertarik pada MA setelah korban kerap memberi perhatian kepadanya.

“Biasa dia minta duit untuk beli handbody atau saya suruh ambil di kantin. Terus komunikasi juga sering dengan memanggil dia sayang begitu juga sebaliknya,” ungkapnya.

Namun, mereka mulai melakukan hubungan badan mulai Desember 2018. Saat itu, korban mengunjunginya di asrama sekolah yang ditempati EY. Selama ini istri dan anak korban memang tidak tinggal bersama pelaku.

“Saya tinggal di rumah dinas guru. Rumah itu sedang direhab. Jadi istri dan anak sementara tinggal di rumah orangtua saya. Setiap pulang sekolah, saya menunggu di asrama,” tutur EY.

Tersangka mengaku melakukan persetubuhan dengan muridnya itu sebanyak tiga kali.

“Untuk persetubuhan, seingat saya hanya tiga kali. Perinciannya, dua kali pada Desember 2018, dan satu kali pada awal tahun. Semuanya tanpa ada paksaan. Kami suka sama suka,” lanjutnya.

Hubungan gelap pasangan terlarang ini memang tidak selalu mulus. Tersangka mengaku sempat hendak menjauhi korban karena mendapat teror dari kakak korban. Kakak korban minta EY untuk menjauhi adiknya yang masih di bawah umur itu.

Bahkan ponsel milik korban sampai disita oleh saudara-saudaranya agar tak lagi dapat berhubungan dengan tersangka. Namun korban tidak gentar dan tetap mendatangi EY.

Bahkan MA minta untuk dibelikan ponsel kepada kekasihnya itu agar dapat terus berkomunikasi.

“Saya belikanlah ponsel sehingga komunikasi terjalin lagi. Hingga akhirnya dia mengirimi saya foto tanpa baju,” ungkapnya.

Sekitar sepekan setelah korban mengirim foto syurnya kepada tersangka, ponselnya hilang di sekolah. Kemudian, MA melaporkan kehilangan ponsel tersebut kepada kekasihnya itu.

Pelaku yang tahu hilangnya handphone milik korban kemudian merasa cemas. Tersangka juga takut jika isi dari ponsel tersebut terungkap ke publik. Ketakutan pelaku menjadi nyata ketika beredar foto syur korban.

Kemudian tersangka ditangkap polisi. Tersangka mengaku menyesal dan mengungkapkan permintaan maafnya kepada istrinya.

“Yang jelas, bukan saya yang menyebar foto itu. Saya menyesal atas kejadian ini. Saya juga telah minta maaf kepada istri saya. Bahkan saya juga sudah bersujud kepadanya minta maaf,” terangnya.

Artikel dilansir dari TribunBatam.id