BATAMCLICK.COM – Warga Tanjungpinggir Sekupang, Batam, dikejutkan dengan peristiwa menghebohkan yang hampir saja merenggut nyawa seorang perempuan bernama Ria (33) pada Rabu (13/3/2019) sekitar pukul 16.30 WIB.

Dari informasi yang diberikan oleh Kapolsek Sekupang Kota Batam, Kompol Oji Fahroji, diketahui Ria hendak melakukan percobaan bunuh diri dengan cara memanjat tower Balada yang berada di Tanjungpinggir Sekupang.

“Iya tadi ada seorang wanita hendak mencoba bunuh diri dengan menaiki tower yang tergolong tinggi. Namun berhasil kita tenangkan dan segera dievakuasui,” jelasnya.

Ditambahkan Oji, Ria berniat mengakhiri hidupnya akibat masalah keluarga yang selama ini mendera.

“Dari informasi keluarga dan abang tirinya, itu disebabkan masalah keluarga yang begitu berat,” ujarnya lagi.

Masalah tersebut diakibatkan anak gadisnya yang masih sekolah di SMP sering kali pulang hingga pagi hari dan mengabaikan nasehat darinya.

Belum lagi suaminya yang diduga berselingkuh.

Melihat peristiwa ini, seorang psikolog, Dinuriza Lauzi, M.Psi menjelaskan bahwa peristiwa percobaan bunuh diri dapat dilakukan oleh siapa saja. Baik orang terkenal maupun orang biasa.

“Tren bunuh diri cukup marak dalam beberapa tahun terakhir ini. Kalau peristiwa percobaan bunuh diri tersebut, tentunya ada hal yang mempengaruhi si korban. Bisa saja dia membutuhkan kasih sayang dan perhatian jika dilihat dari permasalahan keluarga yang menerpa,” ujar wanita yang mengenyam pendidikan terakhir di Universitas Indonesia, Pendidikan Profesi Psikolog (S2), kepada TRIBUNBATAM.id.

Menurutnya, banyak hal yang dapat mempengaruhi seseorang untuk melakukan peristiwa percobaan bunuh diri. Salah satunya merupakan masalah kebatinan atau rasa emosional dalam jiwa.

“Kondisi kejiwaan setiap orang itu berbeda-beda. Secara kasat mata, mungkin seseorang tampak biasa saja. Tapi bisa saja sebenarnya ia menyimpan masalah yang sangat berat dan sulit diungkapkan kepada keluarga maupun kerabat. Jika sudah seperti ini, dia membutuhkan kasih sayang dan perhatian agar dapat meluapkan isi hatinya,” ujarnya lagi.

Dokter yang akrab disapa dengan Mbak Niza ini menjelaskan bahwa seorang manusia juga harus terpenuhi urusan kebatinan dalam jiwanya.

“Tahapan komunikasi serta sosialisasi yang baik bisa menjadi kunci untuk mengisi batin dalam diri kita. Dua hal ini bisa kita klasifikasikan kepada kedekatan interpersonal,” ujarnya menjelaskan.

“Selain itu, kedekatan kepada tuhan juga tentunya menjadi kunci utama untuk dijaga dengan baik,” tuturnya.

Peristiwa yang dialami oleh Ria, menurutnya adalah bagian yang sudah dijelaskan dalam teori tingkatan kebutuhan milik Abraham Maslow.

“Itu sesuai tingkat kebutuhan seorang manusia menurut Maslow. Berarti dia membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari suaminya, dan butuh dihargai oleh anaknya,” jelasnya kemudian.

Berikut tingkatan teori Abraham Maslow yang dimaksud oleh Mbak Niza.

1. Kebutuhan Fisiologis, ini kebutuhan primer seperti makan, minum dan lain sebagainya,

2. Kebutuhan akan rasa aman,

3. Kebutuhan akan rasa memiliki dan kasih sayang (dicintai),

4. Kebutuhan akan penghargaan,

5. Kebutuhan akan aktualisasi diri.

Artikel dilansir dari TribunBatam.id