Polisi Kembali Ringkus Empat Bandar Narkoba di Palembang. Salah Satunya Pecatan Polri!

Ilustrasi. (Sumber foto: dok. detikcom)
Ilustrasi. (Sumber foto: dok. detikcom)

BATAMCLICK.COM – Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel berhasil meringkus empat bandar narkoba di Palembang. Sabu yang disita seberat 7,6 Kg . Selain itu, ada pula 500 butir pil ekstasi.

“Penangkapan sabu seberat total 7,6 Kg dan ekstasi 500 butir ini kami dapat dari 2 lokasi di Sumatera Selatan. Ada empat orang diamankan,” kata Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain saat Press Rilis di Polda Sumsel, Senin (3/12/2018).

Keempat bandar tersebut adalah Firman (31), Maduk (41), Edy Bambang (31) dan Eni Kursni (41). Keempatnya merupakan warga Muara Enim. Salah satu bandar bernama Firman adalah pecatan Polri.

Penangkapan sendiri dilakukan pada Kamis (29/11) di sebuah SPBU di Palembang. Polisi mendapatkan informasi jika Firman, Maduk dan Edy akan melakukan transaksi.

“Saat penangkapan di TKP pertama ini, kami menemukan 2 Kg sabu, serta 500 butir ekstasi. Dari hasil pengembangan, sabu diketahui milik mertua Firman, Aji yang kini masih mendekam di sel lapas Serong, Banyuasin,” imbuh Zulkarnain.

Berdasarkan pengakuan Firman, sabu itu saat ini diambil alih sang ibu mertua, Erni yang berada di Pabumulih. Tim langsung bergerak cepat dan menangkap Erni saat berada di rumahnya.

“Di sana ditemukan paket sabu seberat 3 Kg dan 4 toples permen yang berisi sabu seberat 2,6 Kg. Jadi total seluruhnya 7,6 Kg sabu,” tagas Kapolda.

“Untuk Firman, dia dipecat karena terlibat perusakan mobil anggota BNN saat akan menangkap jaringan mertuanya beberapa tahun lalu. Jadi ini jaringan satu keluarga di Sumsel,” ucap jenderal bintang dua itu.

Sementara Firman, saat ditanya dirinya mengaku ingin menjalankan bisnis dari mertuanya. Mengingat keuntungan dia cukup besar dan sudah tidak lagi punya pekerjaan.

“Ini hanya menjalankan bisnis mertua saja. Apalagi saya dipecat dari polisi, tidak ada lagi pekerjaan tetap dan ibu mertua juga katanya memang ini dari bapak yang ditahan di Lapas,” terang Firman singkat.

Atas perbuatannya, para pelaku kini harus mendekam di sel tahanan Polda Sumsel. Mereka terancam Pasal 114 ayat (2) dan 112 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati. Selain Narkoba, mereka juga rencananya dijerat Pasal berlapis tentang TPPU yang mana bisnis haram ini sendiri telah lama dijalankan.

 

Artikel dilansir dari detikNews