Disperindag Batam keliling jual sembako untuk penuhi kebutuhan warga

Batamclick.com,
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengoperasikan Mobil GASING (JaGA InflaSI KeliliNG) untuk menjual bahan pokok di sejumlah titik keramaian sebagai upaya menjaga kestabilan harga dan memenuhi kebutuhan warga.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Batam Wahyu Daryatin mengatakan Mobil GASING berkeliling ke sejumlah wilayah Kota Batam setiap hari kerja dengan membawa komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat.

“Kami bekerja sama dengan Bulog dan distributor untuk menyediakan bahan kebutuhan yang paling banyak dicari masyarakat. Sekarang ini utamanya MinyaKita karena banyak informasi masyarakat kesulitan mendapatkannya di pasaran,” kata Wahyu di Batam, Kamis.

Mobil GASING pada hari ini berada di depan Masjid Cheng Ho, Bengkong. Sebelumnya, layanan serupa juga menyasar kawasan Belian dan Cahaya Garden Bengkong.

Menurut Wahyu, titik penjualan dipilih berdasarkan lokasi keramaian dan kebutuhan masyarakat.

Kegiatan tersebut akan dilakukan secara keliling selama satu bulan, termasuk pada akhir pekan apabila terdapat kebutuhan di wilayah tertentu.

“Kalau memang dibutuhkan, Sabtu-Minggu pun kami turun ke titik yang menjadi tempat berkumpul masyarakat dan memang membutuhkan,” ujar dia.

Pada jam 11 hingga 12 siang Mobil GASING terpantau ramai dengan masyarakat sekitar yang membeli berbagai kebutuhan pokok.

Sebagai rincian, MinyaKita dua liter dijual Rp31 ribu, telur ayam lokal Rp47 ribu per ikat, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Rp56 ribu, serta beras premium merk Gong Gong Rp65 ribu.

Pada kegiatan di Bengkong, Disperindag Batam menyediakan 50 dus MinyaKita, masing-masing berisi enam kemasan, 10 ikat telur, 10 paket beras SPHP dan 10 paket beras premium merk Gong Gong.

“Kemarin di Belian sekitar satu jam sudah habis. Makanya kita juga menyesuaikan dengan kebutuhan warga,” katanya.

Wahyu mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga inflasi daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Batam, angka inflasi Batam pada Juli 2026 tercatat 4,33 persen secara tahunan, turun dibandingkan Juni yang mencapai 4,75 persen.

“Untuk bahan pokok sebenarnya terpenuhi, stok ada dan harga stabil. Inflasi kemarin lebih banyak dipengaruhi komoditas lain seperti emas, BBM dan transportasi,” ujar dia.

Ia berharap kegiatan Mobil GASING dapat membantu masyarakat sekaligus menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok di tengah aktivitas ekonomi Batam.

“Kami pastikan harga masih normal dan stok masih tercukupi,” kata Wahyu.

Sumber, Antara

Exit mobile version