Ingat Ya! Tagihan Air Bayar Ke BP Batam

BATAMCLICK.COM, Pembayaran tagihan air pasca berakhirnya
konsesi pengelolaan antara PT Adhya Tirta Batam (ATB) dan Badan Pengusahaan (BP) Batam pada 14 November mendatang, akan dibayarkan ke BP Batam.

”Masyarakat bayarnya ke BP Batam dari tagihan per 15 November hingga akhir bulan. Dibayarkan di bulan Desember. Bayarnya di bank-bank dan tenant-tenant yang menjalin kerja sama dengan BP Batam. Kami lagi menjajaki itu. Nanti ada sosialisasinya,” kata Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Dendi Gustinandar, Jumat, (9/10/2020) seperti yang dilansir dari Harian BATAMCLICK.

Bahkan, Dendi menyebut, tidak menutup kemungkinan bahwa seterusnya pembayaran tagihan air akan dibayarkan ke BP Batam, tidak peduli siapapun mitra instansi tersebut dalam pengelolaan air bersih ke depannya.

Sementara itu, dalam upaya mencari sumber daya manusia (SDM) yang akan dimanfaatkan oleh service business unit (SBU) BP Batam yang rencananya beroperasi Mei tahun depan, Dendi menyebut komposisinya akan banyak diisi oleh alumni pegawai ATB.

BACA JUGA:   PLN Batam Rancang Aplikasi Online, Layanan Publik Lebih Cepat dan Mudah

”Seluruh karyawan PT ATB yang ingin bergabung dengan BP Batam dalam pengelolaan SPAM (sistem penyediaan air minum), diberikan prioritas, tanpa tes bisa bergabung,” jelasnya.

“Dan dalam perjalanannya lebih dari 90 persen mengirimkan
email pribadi ke BP Batam terkait keinginan bergabung,”
ungkapnya lagi.

Pada masa transisi selama enam bulan setelah perjanjian konsesi berakhir, pelayanan SPAM akan dijalankan oleh Moya Indonesia. BP Batam akan menempatkan sementara waktu alumni ATB di Moya dalam masa-masa itu.

”Tentunya kami akan menempatkan seluruh karyawan dimaksud sementara di perusahaan yang menjalankan pelayanan pada masa transisi. Untuk hal tersebut, sangat wajar kita melakukan proses perencanaan seperti mapping, melihat CV dan lain-
lain,” paparnya.

BACA JUGA:   Marlin Memahami Apa yang Ibu Butuhkan

Seperti diketahui, PT Moya Indonesia akan melanjutkan peran ATB dalam mendistribusikan air kepada pelanggan, terhitung mulai 15 November mendatang.

Kepastian tersebut menyusul penandatanganan kerja sama antara BP Batam dan Moya terkait pengoperasian SPAM dalam masa transisi selama enam bulan ke depan.

Moya akan mengelola SPAM di Batam hingga 15 Mei 2021. Dalam jangka waktu tersebut, BP Batam akan menggelar lelang terbuka untuk mitra kerja sama operasi (KSO) untuk proses hulu penyediaan air yang diberikan konsesi hingga 25 tahun ke depan.

Sesuai penjelasan pihak BP Batam, untuk mendapatkan pengelolaan SPAM di masa transisi ini, BP Batam menggelar lelang.

Ada empat perusahaan yang mendaftar. Salah satunya ATB. Dalam perjalanan, ATB menarik diri sehingga tidak ikut tahap selanjutnya.

BACA JUGA:   Polresta Barelang Pimpin Pengamanan Unjuk Rasa Tolak Penetapan Omnibus Law

Pada akhirnya, hanya dua yang tersisa, yakni Moya dan PT Pembangunan Perumahan (PP).

Setelah lewat seleksi, Moya dapat nilai 92, sementara PP dapat 82. Maka Moya jadi pemenangnya.

Chief Executive Officer (CEO) Moya Indonesia, Mohammad Selim mengatakan, Moya berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Batam.

“Kami berkomitmen mendukung BP Batam sehingga pelayanan
bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Selim mengungkapkan, Moya telah mengelola tujuh proyek di Jawa dari Semarang sampai Tangerang.

”Di Semarang kami menang, dan sekarang proyek itu sudah 63 persen. Kami punya rahasia agar untung dan menyenangkan masyarakat, sehingga penawaran yang kami berikan itu untung-
nya akan luar biasa bagi BP Batam,” jelasnya.

Sumber: Batampos