Jurnalistik TMMD Reguler Brebes Publikasikan Temuan Baru Adanya Macan dan Babi Purba di Tonjong

Brebes – Balai Pelestari Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, selaku unit pelaksana teknis Kemendikbud di bidang pelestarian situs manusia purba, melaksanakan ekskavasi atau penggalian lanjutan di Situs Buton (Bumiayu-Tonjong), di Dukuh Wadas Gumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Penggalian melibatkan pihak terkait, pemerintah desa, Pokdarwis Kampoeng Poerba Desa Galuh Timur, dan juga pelestari fosil dari masyarakat setempat ini, dilakukan selama 8 hari yaitu mulai tanggal 11 September 2020.

Dijelaskan Suwita Nugraha, ST, ketua rombongan BPSMP Sangiran, pihaknya beserta 8 orang anggota melaksanakan ekskavasi fosil sampai kedalaman 5,2 meter, terkait dugaan masyarakat bahwa di lokasi itu terdapat fosil.

“Bersama pihak UGM Yogyakarta, kami melakukan penggalian dilakukan pada kedalaman 5 meter lebih, dengan panjang 8 meter dan lebar 2 meter, dengan hasil 19 temuan,” bebernya, Jumat (18/9/2020).

Menurutnya, area penggalian termasuk daerah di aliran Sungai Cisaat yang mengalir dari wilayah Kecamatan Bantarkawung, Bumiayu dan Tonjong, sehingga dimungkinkan fosil terbawa aliran sungai hingga sampai ke Wadas Gumantung.

Sementara dijelaskan oleh Profesor DR. Didit Parianto, Dosen Ilmu Purbakala (Paleologi) UGM Yogyakarta, dari temuan itu hanya dua dalam ukuran yang cukup besar, sedangkan yang 17 lainnya hanya berupa fragmen/pecahan dari mammalia bovidae atau keluarga biologis hewan berkuku belah dan memamah biak (bison, kerbau afrika, kerbau, antelop, rusa, domba, kambing, muskox, babi hutan dan lain-lain).

BACA JUGA:   Sehari Penutupan TMMD Reguler Brebes, Para Petani Kalinusu Berharap Rekonstruksi Bendungan Notog

“Untuk tulang yang panjangnya 15 meter adalah tulang paha dari macan prasejarah, sementara untuk yang berbentuk oval adalah bagian tubuh dari babi hutan dari famili bovid,” ujarnya.

Brebes – Balai Pelestari Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran, selaku unit pelaksana teknis Kemendikbud di bidang pelestarian situs manusia purba, melaksanakan ekskavasi atau penggalian lanjutan di Situs Buton (Bumiayu-Tonjong), di Dukuh Wadas Gumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Penggalian melibatkan pihak terkait, pemerintah desa, Pokdarwis Kampoeng Poerba Desa Galuh Timur, dan juga pelestari fosil dari masyarakat setempat ini, dilakukan selama 8 hari yaitu mulai tanggal 11 September 2020.

Dijelaskan Suwita Nugraha, ST, ketua rombongan BPSMP Sangiran, pihaknya beserta 8 orang anggota melaksanakan ekskavasi fosil sampai kedalaman 5,2 meter, terkait dugaan masyarakat bahwa di lokasi itu terdapat fosil.

“Bersama pihak UGM Yogyakarta, kami melakukan penggalian dilakukan pada kedalaman 5 meter lebih, dengan panjang 8 meter dan lebar 2 meter, dengan hasil 19 temuan,” bebernya, Jumat (18/9/2020).

Menurutnya, area penggalian termasuk daerah di aliran Sungai Cisaat yang mengalir dari wilayah Kecamatan Bantarkawung, Bumiayu dan Tonjong, sehingga dimungkinkan fosil terbawa aliran sungai hingga sampai ke Wadas Gumantung.

BACA JUGA:   Program TMMD Reguler Brebes Selesai, Umbul-umbul Mulai Dibersihkan

Sementara dijelaskan oleh Profesor DR. Didit Parianto, Dosen Ilmu Purbakala (Paleologi) UGM Yogyakarta, dari temuan itu hanya dua dalam ukuran yang cukup besar, sedangkan yang 17 lainnya hanya berupa fragmen/pecahan dari mammalia bovidae atau keluarga biologis hewan berkuku belah dan memamah biak (bison, kerbau afrika, kerbau, antelop, rusa, domba, kambing, muskox, babi hutan dan lain-lain).

“Untuk tulang yang panjangnya 15 meter adalah tulang paha dari macan prasejarah, sementara untuk yang berbentuk oval adalah bagian tubuh dari babi hutan dari famili bovid,” ujarnya.

Ketua Pokdarwis Kampoeng Poerba Galuh Timur, Sertu Ali Mahfur, Babinsa Galuh Timur, Koramil 09 Tonjong, Kodim 0713 Brebes mengatakan, temuan baru bagi ilmu pengetahuan sejarah ini akan menambah wawasan dan ilmu pengetahuan pra sejarah bagi masyarakat luas jika dipublikasikan.

“Melalui publikasi kegiatan TMMD Reguler 109 Brebes yang mencakup segala aspek dan potensi, melalui media sosial, dokumentasi ini diharapkan dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kampoeng Poerba Galuh Timur,” ungkapnya.

Sertu Ali dan para pelestari Situs Buton, berharap Pemkab Brebes mempercepat realisasi pendirian Museum Situs Button, yang direncanakan melalui APBD Kabupaten tahun 2021 senilai Rp. 3 miliar secara bertahap.

BACA JUGA:   Penjual Kelontong Keliling Desa Tetangga Juga Terbantu Jalan TMMD Reguler Brebes

“Penemuan ini adalah kepunyaan seluruh umat manusia, sehingga harus dikelola dan disimpan di tempat yang tepat,” tandasnya.

Ditambahkannya, temuan itu smentara akan disimpan di kediaman Taslam (58), petani asal Dukuh Wadas Gumantung RT. 02 RW. 10, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, yang merupakan satu dari dua orang pelestari fosil purba di desanya, dan merupakan salah satu anggota Pokdarwis Kampoeng Poerba Galuh Timur. (Aan/Red)

“Melalui publikasi kegiatan TMMD Reguler 109 Brebes yang mencakup segala aspek dan potensi, melalui media sosial, dokumentasi ini diharapkan dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Kampoeng Poerba Galuh Timur,” ungkapnya.

Sertu Ali dan para pelestari Situs Buton, berharap Pemkab Brebes mempercepat realisasi pendirian Museum Situs Button, yang direncanakan melalui APBD Kabupaten tahun 2021 senilai Rp. 3 miliar secara bertahap.

“Penemuan ini adalah kepunyaan seluruh umat manusia, sehingga harus dikelola dan disimpan di tempat yang tepat,” tandasnya.

Ditambahkannya, temuan itu smentara akan disimpan di kediaman Taslam (58), petani asal Dukuh Wadas Gumantung RT. 02 RW. 10, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, yang merupakan satu dari dua orang pelestari fosil purba di desanya, dan merupakan salah satu anggota Pokdarwis Kampoeng Poerba Galuh Timur. (Aan)