Tabuh Gendang di K-Square Mall Tandai Pembukaan Gebyar Melayu Pesisir 2026, BI Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Global

Batamclick.com, BATAM — Pemukulan gendang secara bersama-sama resmi menandai pembukaan gelaran Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026 di K-Square Mall, Batam, Rabu (16/9/2026) malam. Ajang tahunan ke-7 yang digagas Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) ini menjadi simbol sinergi kuat antara BI, Pemerintah Provinsi Kepri, serta para pemangku kepentingan dalam mengakselerasi UMKM lokal.

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, yang membuka acara secara virtual, menyampaikan apresiasinya atas capaian ekonomi Kepri pada triwulan II 2026 yang tumbuh kokoh sebesar 6,99 persen tertinggi di wilayah Pulau Sumatera.

“Warisan budaya Melayu bukan sekadar identitas, melainkan sumber nilai tambah utama yang membedakan produk Kepri di pasar global. Didukung digitalisasi sistem pembayaran seperti QRIS antarnegara dan perluasan akses pembiayaan, kita harus memastikan konektivitas ini berdampak langsung pada peningkatan omzet serta skala usaha UMKM,” tegas Destry.

Mewakili Gubernur Kepri, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Misni, mengapresiasi keberlanjutan program GMP yang dinilai terbukti memacu pelaku usaha daerah untuk naik kelas. Berdasarkan data Pemprov Kepri, proporsi UMKM naik kelas mencatatkan kenaikan signifikan dari 30,21 persen menjadi 35,46 persen pada 2025.

“Penyaluran pembiayaan UMKM yang melampaui target memberikan efek pengganda (multiplier effect) nyata bagi perekonomian Kepri. Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan ajang ini seluas-luasnya, sekaligus berterima kasih kepada BI yang konsisten mendampingi para pelaku usaha lokal,” kata Misni.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepri, Rony Widijarto P, menggarisbawahi peran vital UMKM sebagai penyerap tenaga kerja di tengah pesatnya pertumbuhan sektor manufaktur. Pada edisi ke-7 ini, GMP mengangkat potensi kain tenun dan songket khas Melayu yang dikembangkan ke dalam busana modern agar memiliki daya saing ekspor.

“Warisan budaya Melayu harus diolah menjadi industri kreatif yang berdaya saing tinggi. Mulai dari penenun, penjahit, hingga desainer lokal, seluruh rantai pasok ini kita dorong agar menciptakan nilai tambah ekonomi yang inklusif,” ujar Rony.

Penyelenggaraan GMP 2026 yang berlangsung pada 14–20 September 2026 ini diikuti oleh perwakilan UMKM unggulan dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri.

Rangkaian acara diisi dengan berbagai kegiatan strategis, di antaranya:

  • Promosi & Bisnis: Expo UMKM, fashion show, festival kuliner nusantara, serta business matching untuk memperluas jejaring pasar ekspor.
  • Edukasi & Olahraga: Talkshow, workshop pengembangan kapasitas usaha, kompetisi kreatif, hingga charity run.
  • Hiburan: Pertunjukan musik langsung (live music performance) yang dapat dinikmati masyarakat umum secara gratis.

Melalui integrasi pengembangan ekosistem UMKM, pariwisata, dan perluasan digitalisasi pembayaran, GMP 2026 diharapkan dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kepri agar tetap kuat, adaptif, dan berkelanjutan.

Exit mobile version