H.Bahtiar M.Rum Lc.MA Sempatkan Diri Rayo Onam Bersama Masyarakat Bangkinang

Batamclick.com, Bangkinang – Rayo Onam atau disebut  rayo ziarah kubur sudah menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, khususnya masyarakat Bangkinang seberang dan sekitarnya,

Pada masyarakat Indonesia dahulu, setelah perayaan Idul Fitri pada tanggal 1 Syawal, mereka keesokan harinya langsung menjalankan ibadah puasa sunnah enam hari Syawal sebagai penyempurna puasa wajib Ramadhan. Setelah puasa 6 hari dijalankan, kemudian mereka kembali melanjutkan hari raya.

“di Kabupaten Kampar Riau, masyarakat menyebutnya hari ini, Hari Rayo Onam atau hari rayo ziarah kubur,Hal ini sesuai dengan ajaran Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, “Ujar H.Bahtiar M.Rum Lc,M.A Caleg PKS Terpilih DPRD Provinsi Kepri 2024 – 2029 asal Kampar ini saat di wawancara awak media Rabu (17/04/2024)

BACA JUGA:   Veda Tak Ingin Ganggu Persaingan Rheza dan Herjun Rebut Gelar ARRC

H.Bahtiar M.Rum Legeslatif terpilih dari partai PKS untuk DPRD Provinsi Kepri Periode 2024 – 2029 ini  berasal dari Bangkinang desa Muara uwai datang dan menyempat kan diri dari kota tinggal nya (Batam) untuk berziarah kubur dan ber rayo onam di kampung halaman nya untuk bersilahturahmi kepada masyarakat.

Rayo onam atau ziarah kubur dilakukan masyarakat sesuai anjuran ajaran Nabi Muhamad SAW, dan sudah menjadi tradisi turun temurun yang harus di lestarikan, Ia juga menyebut kan.

“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu diiringi dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka dia seperti puasa sepanjang tahun” [HR. Imam Muslim, Abu Dawud, at Tirmidzi, an Nasaa-i dan Ibnu Majah],” ungkap nya.

BACA JUGA:   Polisi Diteror Via WhatsApp Usai Tangkap 22 Terduga Teroris

Perayaan hari rayo onam atau rayo ziarah kubur, Merupakan tradisi turun temurun sejak dulu nya di lakukan oleh masyarakat Bangkinang, Hal ini mengingatkan kita akan datangnya kepada kematian kepada kita semua,  kegiatan tahunan ini juga mengutamakan untuk meningkatkan jalinan silaturahmi yang luar biasa antar sesama masyarakat dusun ke dusun.