Masjid dan Musala Terdampak Covid-19 Dapat Bantuan Dana

BATAMCLICK.COM, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) mengumumkan penerima bantuan operasional masjid dan musala terdampak Covid-19 tahun anggaran 2021. Dalam program ini, Kemenag menyediakan anggaran Rp 6,9 miliar dengan rincian Rp 20 juta per masjid dan Rp 10 juta per musala.

“Ada 310 masjid dan 70 musala yang ditetapkan sebagai penerima bantuan tahun ini dari 22.147 dokumen permohonan yang masuk ke Sistem Informasi Masjid (Simas) selama dua pekan pembukaan pendaftaran pada beberapa waktu lalu. Masjid akan mendapat bantuan Rp 20 juta, musala Rp 10 juta,” ungkap Dirjen Bimas Islam Kamarudin Amin dikutip, Minggu (17/10).

Kata dia, 380 masjid dan musala yang lolos mendapat bantuan itu pun akan segera dihubungi oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat. “Bisa dari Kemenag wilayah atau KUA setempat. Kemudian akan dijadwalkan untuk dilakukan verifikasi lapangan dari petugas Kemenag setempat,” katanya.

BACA JUGA:   Jangankan Naik Pesawat, Naik Sepeda Motor pun Wajib Tunjukkan Kartu Sudah Vaksin Pertama (Baca Nomor 3 Poin K)

Setelah verifikasi lapangan selesai, seluruh dokumen akan dikumpulkan di Bimas Islam Pusat untuk proses lebih lanjut. “Normalnya jam kerja paling lambat dua minggu setelah berkas diterima, insyallah segera diproses pencairan bantuan ke rekening penerima bantuan,” katanya.

Sementara itu, Plt Direktur Urais Binsyar Ismail Fahmi mengatakan, melihat tingginya animo dari masyarakat dan keterbatasan anggaran yang disediakan, proses seleksi dilakukan dengan sangat ketat dan sistem gugur.

“Selain itu, kami juga memetakan jumlah permohonan dari setiap provinsi. Misalnya, pertama kita tentukan kuota provinsi dari jumlah permohonan yang masuk secara nasional, setelah itu kita seleksi mulai dari data pertama yang masuk di tiap provinsi, jika ada yang tidak memenuhi persyaratan atau ada kesalahan sedikit saja langsung gugur,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Memburu Pembunuh Wanita Hamil yang Terbungkus Karung

Ismail menambahkan, banyak sekali rekomendasi yang tidak menyertakan dari Kemenag setempat atau tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan, seperti rekomendasi dari ormas dan pemerintah daerah. Kemudian surat pernyataan kebenaran dokumen banyak yang tidak bermaterai, selain itu banyak juga rekening masih atas nama pribadi.

“Kami berharap semoga bantuan operasional ini dapat digunakan takmir dan pengurus masjid/musala untuk memenuhi keperluan penerapan protokol kesehatan dan percepatan penanganan Covid-19,” pungkasnya. 

Sumber: BATAMPOS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *