Pengantar Galon Air Mineral Juga Terdampak Jalan Baru TMMD Reguler Brebes

Brebes – Nur Alim (26), pengantar air mineral asal Dusun Kemiri RT. 06 RW. 03, Desa Kalinusu, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, adalah salah satu pelaku ekonomi yang juga terdampak dari hadirnya pembangunan infrastruktur jalan antar dusun di desanya itu (Dusun Karanganyar-Kedung Kandri).

Baginya, jalan sepanjang 2,2 kilometer lebar 4-6 meter yang dibangun tembus ke Kedung Kandri melalui TMMD Reguler 109 Kodim 0713 Brebes itu, kini mulai menaikkan permintaan antar air sehingga juga berpengaruh terhadap omsetnya.

Nur Alim mengaku, harga per galon adalah Rp. 5 ribu, sementara khusus untuk ke Dusun Kedung Kandri yang baru saja terbebas dari keterisoliran selama puluhan tahun berkat jalan TMMD itu, dirinya hanya akan menambah adalah seribu sehingga menjadi Rp. 6 ribu.

“Semoga jalan yang sedang diselesaikan melalui pengerasan itu segera jadi, sehingga antar air ke Dusun Kedung Kandri lancar, sehingga omset saya bertambah dari Rp. 40 ribu selama ini,” ungkapnya, Sabtu (17/10/2020).

Tak lupa Nur Alim juga menyatakan terima kasih kepada Pemkab dan TNI, atas pembangunan badan jalan itu karena telah membawa dampak perekonomian bagi setiap pelaku di desanya.

Untuk diketahui, sebelum adanya jalan TMMD itu, warga Dusun Kedung Kandri, membeli air mineral galon isi ulang seharga Rp. 10 ribu, melalui pengantar dari desa/kecamatan tetangganya yaitu Bantarkawung.

Harga tersebut dikarenakan pengantarnya juga harus menyeberang Kali Pemali dengan naik perahu dan membayar ongkos sebesar Rp. 5 ribu untuk setiap satu sepeda motor.

Smentara untuk warga Kedung Kandri yang hendak keluar dusun untuk mendapatkan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan ke pasar terdekat yang ada di wilayah kecamatan tetangganya itu (Bantarkawung), mereka juga menyeberang dengan membayar ongkos yang sama jika menggunakan sepeda motor. Sedangkan untuk sepeda kayuh adalah Rp. 2 ribu, sedangkan anak sekolah adalah seribu rupiah pulang pergi.

Tak hanya itu, jika akan ke Kantor Balai Desa Kalinusu, setelah menyeberang rakit, mereka harus melanjutkan perjalanan darat sejauh 13 kilometer dalam waktu (45 menit lebih), dengan melewati sejumlah desa di wilayah kecamatan tetangganya itu, kemudian ke wilayah Kecamatan Bumiayu, hingga akhirnya sampai tujuan.

Kini dengan jalan TMMD itu, ke Balai Desa Kalinusu hanya 5 menit dengan sepeda motor, dan 8-10 menit dengan sepeda kayuh. (Dar/Aan)