Batamclick.com,
Badan Pengusahaan (BP) Batam, Kepulauan Riau menuntaskan proses verifikasi terhadap dua klaim lahan bagi lokasi penyiapan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan, terdapat empat warga yang menyampaikan klaim atas lahan sekitar enam hektare di lokasi tersebut.
“Kalau memang ada warga yang mengklaim itu lahannya, silakan berikan dokumen lahan yang ada. Ada sekitar empat orang yang klaim, dua orang sudah menyerahkan dokumennya dan sudah diverifikasi hingga clear. Dua lagi belum memberikan dokumen, kita masih membuka ruang untuk berkomunikasi supaya kami bisa verifikasi dokumen-dokumennya,” katanya di Batam, Senin.
Ia menjelaskan, apabila hasil verifikasi menunjukkan adanya hak masyarakat yang diakui sesuai ketentuan, penyelesaiannya akan dilakukan melalui mekanisme yang berlaku, termasuk pemberian ganti rugi.
“Yang dua itu sudah clear, maka akan dilanjutkan dengan proses ganti rugi yang diberikan sesuai dengan HPL (Hak Pengelolaan). Lahan di Rempang itu Rp22 ribu per meter,” kata dia.
Untuk lahan yang telah dinyatakan ‘clean and clear’, BP Batam saat ini melanjutkan proses pematangan lahan. Dari total lahan yang disiapkan, sekitar 18,5 hektare telah berstatus HPL BP Batam.
Sementara itu, terhadap dua warga yang belum menyerahkan dokumen, BP Batam masih memberikan kesempatan untuk menyampaikan bukti penguasaan maupun kepemilikan lahan.
“Sekarang kita masih open. Tidak ada tenggat waktu untuk menyerahkan dokumen kepada kami,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penyiapan lahan untuk pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih dilakukan secara humanis dan mengedepankan dialog bersama masyarakat.
“BP Batam berkomitmen menghormati setiap hak masyarakat. Seluruh proses penyiapan lahan kami pastikan berjalan adil, transparan, dan memberikan kepastian hukum bagi semua pihak,” kata Ariastuty.
Sekolah Terintegrasi Merah Putih sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kawasan Rempang-Galang.
“Selain dilengkapi sarana dan prasarana yang baik, sekolah ini diharapkan dapat memberikan akses pendidikan yang layak dan berkualitas bagi anak-anak di Rempang-Galang sesuai dengan ketentuan program. Harapan kami adalah bagaimana anak-anak tersebut mendapat jaminan pendidikan yang layak untuk bekal menghadapi era yang semakin maju,” tutupnya.
Sumber, Antara
