Tips Jika Sertifikat Vaksin Covid 19 tak Kunjung Dikirim

BATAMCLICK.COM: Awal Maret 2021 silam, tepatnya (5/3/2021) saya menjalani vaksin covid pertama di Puskesmas Tanjungsengkuang, Batam Kepulauan Riau.

Penyuntikan vaksin itu diinisiasi oleh Dinask kesehatan Kota Batam dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri.

Ada sekitar 60 orang yang divaksin.

Kala itu masih baru-barunya vaksin, yang diwajibkan masih tenaga medis dan ASN yang sehari-harinya bertugas di kantor-kantor pelayanan publik, seperti kelurahan, kecamatan, loket pajak dan lain-lain.

Orang awam masih “elergi” sama vaksin saat itu, terlebih banyak rumor beredar efek negatif setelah divaksin, ada yang kejang-kejang, pingsan, demam bahkan sampai kematian.

BACA JUGA:   Tokoh Masyrakat Dan Sesepuh Desa Tamansari Hadiri Pembukaan TMMD 111 Kodim 0718/Pati

Ada 300 lebih anggota PWI Kepri, di Batam saja lebih dari 150 orang.

Tapi ketika pendataan, hanya sekitar 50 orang saja yang bersedia divaksin.

Selebihnya abstein saat disodorkan blanko isian elektronik, bahkan ada yang terang-terangan menolak atau tidak mau.

Jelang hari H, jumlah itu berkurang, ada yang japri ke saya yang kebetulan dipercaya sebagai koordinator vaksin untu anggota PWI saat itu, agar berkas atau namanya dicabut dari daftar wartawan yang bersedia divaksin.

Jumlahnya mau mundur lumayan, ada lima tau tujuh orang saat itu.

BACA JUGA:   SMN : PKB Menang Lapangan Kerja Prioritas Bagi Anak Muda

Alasan mau mundurnya pun berbeda-beda.

Ada yang tetiba ngaku punya riwayat sakit Asma (memang saat itu penderita asma tidak boleh divaksin).

Ada juga yang ngaku elergi obat. Sampai ada yang menunjukkan tiket pesawat terbang nama orang lain, ngakunya dia yang akan berangkat pada tangal penyuntikan vaksin yang sudah ditentukan.

Tanggal 5 Maret 2021, jam 08.00 WIB kami sudah diminta berada di Puskesmas Tanjungsengkuang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Dr Didi Kusmarjadi SPoG, setia mendampingi teman-teman.

Ada rasa was-was saat berangkat dari rumah. Terlebih dua hari sebelumnya ada puluhan wartawan di Jakarta yang lemas dan pingsan sesaat setelah divaksin massal.

BACA JUGA:   Pelatihan Mubaligh Batam, Rudi Dorong Dakwah Manfaatkan Sarana Digital

Sepanjang jalan pikiran melayang-layang.

Dari Batamcentre ke Sengkuang sampai nyasar ke Bengkong.

Mampir ke Alfamart, beli sari kacang ijo, Vitacimin dan Uc1000.

Takut..? Sedikit.

Sampai di lokasi, langsung diperiksa tensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *