Polda Kepri Amankan Tiga Pengedar Ganja di Tiban Kota Batam

Batamclick.com, Batam – Tim Subdit III Ditresnarkoba Polda Kepri berhasil meringkus tiga tersangka pengedar narkoba, yakni SM, AS dan AH. Berawal adanya informasi dari masyarakat, bahwa ada seorang lelaki yang mengedarkan narkoba jenis ganja di wilayah Tiban Centre, Sekupang, Kota Batam.

Setelah mendapat informasi tersebut pihak kepolisian segera mendatangi lokasi, pada Minggu (05/01/2020) tepatnya di pinggir Jalan Tiban Centre. Akhirnya tersangka SM pun berhasil dibekuk pihak kepolisian beserta barang bukti ganja seberat 43 gram.

BACA JUGA:   Setelah Corona Bisakah Kegiatan Ekonomi Kembali Normal?

Dijelaskan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt, didampingi Dir Resnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Mudji Supriadi, pada saat konferensi pers, Kamis (16/01/2020), Dari hasil pengungkapan tersebut, dilakukan pengembangan terhadap tersangka SM. Dari pemeriksaan, SM mengaku mendapat barang haram tersebut dari AS, namun dari tersangka AS kita pun mendapatkan barang bukti, dan kita dapat lagi tersangka AH.

Kemudian, pada Kamis (09/01/2020), sekitar pukul 10.00 WIB. Tim Subdit III melakukan pengembangan di wilayah Pelita, Lubuk Baja. Dari hasil pengembangan tersebut polisi mengamankan AH, beserta barang bukti 56 bungkus daun kering ganja di dalam Poly bag.

BACA JUGA:   Izinkan Piala Super Eropa Dihadiri 20 Ribu Penonton, UEFA Dikritik

Ditempat yang sama, Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Mudji Supriadi mengatakan, tersangka AH merupakan penjual bunga, di lingkungan sekitar ia tinggal, AH memang di kenal sebagai penjual bunga.

” Sedangkan untuk tersangka AH  ini berperan seolah-olah sebagai penjual bunga, jadi ganja ini disimpan di bawah polybag yang sudah disusun rapi. Ada sekitar 5.827 gram daun ganja kering atau 5,8 kilogram yang berhasil kita amankan,” jelasnya.

BACA JUGA:   Abu Dhabi Beri Gelang Pelacak untuk Pantau Karantina Turis

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan selain barang haram tersebut yaitu timbangan dan becak motor yang biasa di gunakan AH untuk berjualan bunga.

Atas perbuatannya tersebut ketiga tersangka dikenakan pasal 114 ayat 2, pasal 111 ayat 2 junto 132 ayat 1 no 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara. (LIN)