Corona Masih Merajalela, Jangan Harap Ekonomi Bisa Pulih

BATAMCLICK.COM, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai masih terlalu dini melihat pemulihan ekonomi. Pasalnya, pandemi COVID-19 belum bisa dipastikan kapan berakhir.

“Masih terlalu dini bagi kami untuk melihat jalur pemulihan di masa depan karena COVID masih di sini bersama kita,” ujar Sri Mulyani dalam sebuah webinar, Rabu (16/9/2020).

Dia mengatakan, memang ada harapan karena adanya vaksin. Namun, butuh waktu bagi setiap negara untuk memulihkan ekonomi.

BACA JUGA:   Luis Suarez Berlabuh di Kota Madrid Usai Gagal ke Italia?

“Tetapi akan membutuhkan waktu lama bagi negara manapun untuk dapat mengatasi COVID, tujuan kita untuk memulihkan ekonomi,” tutur Sri Mulyani.

Di sisi lain Indonesia dihadapkan pada ketidakpastian, cuma menurut Sri Mulyani kontraksi ekonomi Indonesia tidak sedalam dibanding negara-negara lain.

Seperti diketahui sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 minus 5,32%.

“Jika dibanding negara-negara lain kontraksi ekonomi kita kuartal II relatif lebih ringan dibanding negara lain yang kontraksinya lebih dalam,” katanya.

BACA JUGA:   Korban Mutilasi Kalibata Sempat Beri PIN Ponsel ke Tersangka

Sri Mulyani menambahkan pandemi ini mengingatkan pada kondisi krisis sebelumnya. Dia bilang, Indonesia pernah mengalami krisis 1997-1998 dan krisis keuangan tahun 2008-2009.

Meski demikian, dia mengatakan, kondisi saat ini sangat berbeda dengan krisis-krisis sebelumnya.

“COVID-9 memberikan tantangan yang sangat berbeda meskipun implikasinya mirip dengan krisis sebelumnya,” katanya.

Yang jelas pemerintah kini dihadapkan pada ancaman resesi ekonomi. Kondisi tersebut terjadi jika kuartal ketiga ini ekonomi Indonesia kembali minus.(abc)

BACA JUGA:   Mbah Mijan Ramal Ada Kejadian Heboh di Tanggal 22 November 2020

Sumber: detikcom