Selama 2019, Tercatat di Kota Batam Sebanyak 186 orang Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

Batamclick.com, Batam – Dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di kota Batam. Ada sebanyak sembilan jaringan organisasi anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Kota Batam menggelar refleksi akhir tahun penanganan kekerasan terhadap perempuan, anak dan buruh migran Kota Batam, Kamis (12/12/2019) bertempat di Lantai 9 Balroom Pasific Hotel, Batam.

Serta mendatangkan beberapa narasumber antaran lain, Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kepri Eri Syahrial. Renata Subdit IV Ditreskrimum Polda Kepri Ipda Yanti Harefa, Kabid Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Kepri Ahmad Husaini dan Mewakili Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam Anwar Sadat. Dan diikuti oleh beberapa peserta dari penggiat anti TPPO lainnya.

Mewakili AJI Batam Anwar Sadat menjelaskan, dari sisi kegiatan jurnalis di Batam cukup membantu untuk mengekspos kasus kekerasan. 

“Mengenai berbagai kasus yang ada banyak di depan mata yang kita saksikan bersama. Kita sepakat untuk perangi soal ini. Untuk teman-teman media, sebagai profesi yang mengedepankan kode etik agar mengetahui rambu-rambu dalam membuat berita. Misalkan khusus identitas anak diinisialkan, korban perempuan wajahnya diblur. Dan kepada polisi, agar lebih terbuka dalam proses penanganan kekerasan,” ungkap Anwar.

Sementara itu, berdasarkan data kekerasan yang dihimpun sembilan jaringan anti Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) selama 2019 adalah 186 orang. Dengan rincian TPPO dan Migran sebanyak 91 orang, perempuan 54 orang dan anak-anak 41 orang.

” Batam sebagai kota transit memang perlu penanganan lebih gesit. Untuk mencegah dan memerangi kekerasan terhadap perempuan, anak dan buruh migran,” jelas Koordinator Komisi Keadilan Perdamaian dan Pastoral Migran Perantau (KKP-PMP) Kepri Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus.