Kepri-Johor Satukan Generasi Muda Lewat Siswa BELIA SOSEK Malindo

Siswa BELIA SOSEK Malindo menjadi gagasan baru Kepri dan Johor untuk mempererat hubungan pelajar melalui olahraga, seni, dan budaya.
Siswa BELIA SOSEK Malindo menjadi gagasan baru Kepri dan Johor untuk mempererat hubungan pelajar melalui olahraga, seni, dan budaya.

BATAMCLICK.COM: Siswa BELIA SOSEK Malindo menjadi gagasan baru Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Pemerintah Johor, Malaysia. Kedua wilayah ingin mempertemukan pelajar melalui kegiatan olahraga, seni, dan budaya.

Gagasan itu muncul dalam kunjungan kerja rombongan Pemprov Kepri ke Johor Bahru, Malaysia, Rabu (12/8/2026). Pertemuan tersebut menindaklanjuti hasil kegiatan SOSEK Malindo yang berlangsung di Batam pada Juni 2026.

Kepri dan Johor Siapkan Agenda Pelajar

Ketua Kelompok Kerja I Bidang Sosial Budaya SOSEK Malindo, Herry Andrianto, memimpin rombongan Kepri. Herry juga menjabat Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri.

Sejumlah pejabat dari Dinas Perbatasan serta Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepri ikut dalam kunjungan tersebut.

Rombongan juga mendapat pendampingan dari Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto. Mereka kemudian bertemu EXCO Sukan, Belia dan Usahawan Johor, YB Hairi, di kantor pemerintahan di Iskandar Puteri, Johor.

Pertemuan itu turut dihadiri Surya Wijaya sebagai mitra pemerintah sekaligus pelaksana kegiatan. Perwakilan Forum Jurnalis Pariwisata Kepri (FJK), Damri dari Harian Haluan Kepri, juga hadir.

Kedua pihak membahas langkah konkret untuk mengembangkan kerja sama Kepri dan Johor. Karena itu, SOSEK Malindo tidak hanya diarahkan sebagai forum antarpemerintah.

Pertemukan Pelajar Kepri dan Johor

Dalam pertemuan tersebut, Surya Wijaya mengusulkan kegiatan Pekan Olahraga, Seni, dan Budaya antarpelajar Kepri dan Johor.

Konsepnya sederhana. Pelajar dari kedua wilayah akan bertemu melalui kompetisi olahraga. Mereka juga akan mengikuti kegiatan seni dan budaya.

Dengan cara itu, kegiatan tidak hanya menghadirkan kompetisi. Para pelajar juga mendapat ruang untuk berinteraksi dan mengenal budaya masing-masing.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari YB Hairi dan jajaran EXCO Johor. Bahkan, kedua pihak sepakat mendorong kegiatan itu menjadi agenda tahunan.

Dengan agenda tahunan, manfaat kegiatan diharapkan bisa berlangsung secara berkelanjutan. Terutama bagi pelajar dan generasi muda di Kepri dan Johor.

Nama Siswa BELIA SOSEK Malindo

Dalam kesempatan itu, Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, mengusulkan nama Siswa BELIA SOSEK Malindo (Pekan Olahraga, Seni & Budaya).

Nama tersebut kemudian menjadi identitas kegiatan yang akan dikembangkan bersama oleh kedua wilayah.

Herry mengatakan kegiatan ini tidak boleh berhenti pada pertukaran olahraga dan seni. Menurut dia, kegiatan tersebut juga harus memperkuat hubungan masyarakat di kawasan serumpun.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjalin dan memberikan ruang kedekatan yang lebih baik antara Indonesia, Johor, dan Malaka untuk saling menghargai dan menghormati satu sama lain,” kata Herry.

Bangun Generasi Muda Lintas Negara

Herry menilai interaksi sejak usia pelajar memiliki peran penting. Sebab, generasi muda bisa belajar membangun komunikasi dengan masyarakat dari negara tetangga.

Selain itu, mereka dapat memahami perbedaan budaya. Mereka juga bisa belajar menghargai keberagaman dan membangun hubungan yang lebih baik.

“Harapannya, generasi muda yang beretika dan berbudaya ini dapat menjadi calon pemimpin masa depan,” ujarnya.

Melalui Siswa BELIA SOSEK Malindo, Kepri dan Johor kini membuka ruang kerja sama yang lebih dekat dengan masyarakat.

Bukan hanya pemerintah yang terlibat. Pelajar dan generasi muda juga mendapat ruang untuk membangun hubungan langsung melalui olahraga, seni, dan budaya.***

Exit mobile version