Pasar Motor Bekas Belum Bisa Bangkit

BATAMCLICK.COM, New Normal atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi tidak ikut mendongkrak penjualan motor bekas. Jeritan para pedagang motor bekas pun sudah terdengar, karena penjualan terus menurun.

Salah satunya dirasakan Kepala Marketing Antara Motor, Dwi Aryanto, saat dihubungi detikOto. Bahkan Dwi mengatakan penurunan penjualan motor bekas juga dirasakan oleh semua pelaku usaha motor bekas, bahkan jika ganjil genap diterapkan di semua jalan Jakarta dan diberlakukan untuk seluruh kendaraan. Peningkatan penjualan motor bekas dinilai tidak akan terlalu signifikan.

BACA JUGA:   Barcelona B Kini Lebih Boros daripada Real Madrid

“Kalau ada peningkatan pasti iya, tapi besarnya berapa itu yang belum bisa diprediksi,” kata Dwi.

“Seperti showroom motor bekas kami, bulan lalu dibandingkan bulan sebelumnya agak menurun. Juni kami hanya mencapai 85 persen dari target, Juli hanya mencapai 70 persen dari target dan bulan Agustus ini bisa jadi akan mengalami penurunan penjualan lagi. Tidak laku karena harganya kemahalan? Ya enggak, kan kita jual sesuai dengan harga beli, penurunan penjualan motor bekas ini juga dirasakan hampir semua penjual motor bekas,” Dwi menambahkan.

BACA JUGA:   Pakai Masker Selamatkan Nyawa, Tapi Mengapa Sejumlah Orang Menolak?

Dwi menjelaskan penurunan penjualan motor bekas, tidak lepas dari lembaga keuangan yang belum terlalu berani mengucurkan dana untuk membiayai pembelian motor bekas untuk masyarakat.

“Hampir rata semua dealer motor bekas juga mengalami yang sama (penurunan). Keluhannya sama, karena rata-rata memang dealer motor bekas itu konsumennya melakukan transaksi dengan sistem kredit, tapi sekarang kredit kerannya dibukanya sedikit banget. Akhirnya kita hanya mengandalkan yang cash saja dan itu ada masanya,” ujar Dwi.

BACA JUGA:   Ketua KPU Arief Budiman Terkonfirmasi Positif Corona Covid-19

“Selain itu melihat dari situasi itu, konsumen juga dilihat dari kapasitas (konsumen punya uang atau tidak) dan karakter nasabahnya. Karakter di sini maksudnya, semua yang ingin membeli kendaraan harus diperiksa kembali BI checking. Kalau selama ini kreditnya bagus jadi karakter bagus dan itu baru bisa,” Dwi menambahkan. (mat)

sumber: detik.com