Pantau Proses Pembangunan Jembatan SP2, Anggota DPRD Anambas Datangi PT Wika Citra Lautan Teduh

BATAMCLICK.COM: Tim Gabungan DPRD Kabupaten Anambas yang terdiri dari Komisi 1, 2 dan 3, beserta Ketua DPRD Anambas, Asnidar dan Plt Kadis PU Anambas, Isa Hendra beserta staf, Senin (14/7/2020) pagi berkunjung ke PT Wika Citra Lautan Teduh, Batubesar, Batam, Kepulauan Riau.

Kehadiran rombongan yang dipimpin politisi kawakan Amat Yani ini, untuk melihat langsung proses pengerjaan tiang-tiang pancang dan slab, atau lantai beton jembatan Selayang Pandang (SP2), yang sedang dikerjakan di perusahaan tersebut.

Proses pembangunan jembatan ini menurut Amat Yani, dikerjakan oleh PT Ganesha selaku perusahaan pemenang tender.

Sedangkan tiang-tiang pancang dan slabnya, PT Ganesha menyerahkan pada Wika Citra Lautan Teduh.

“Oleh karena itu kita ingin melihat langsung, karena yang paling utama dalam pembangunan jembatan itu adalah tiang pancang dan lantainya,” ujat Amat Yani.

Hal ini dianggap penting, mengingat kondisi cuaca dan laut Anambas yang bisa dikatakan ekstrim.

“Jadi memang betul-betul harus yang berkualitas, tidak boleh asal jadi saja,” tegasnya.

Kehadiran rombongan di Wika Citra Lautan Teduh disambut oleh President Director, Khusnul Hakim beserta sejumlah managernya.

Sementara dari PT Ganesha hadir sejumlah manager dan tim teknisnya.

Pertemuan itu diawali dengan pemaparan oleh PT Ganesha dan Wika Citra Lautan Teduh.

Usai pemaparan tersebut, tim pun diajak melihat langsung proses pembuatan tiang-tiang jembatan.

Tim merasa lega, karena semua tiang pancang dan lantai beton telah selesai dicetak.

“Alhamdulillah, sudah selesai semua, tinggal bawa ke Anambas saja,” sebutnya.

Dengan kondisi seperti ini, Yani yakin pembangunan Jembatan Selayang yang merupakan proyek multy years tiga tahun sejak 2019 hingga 2021 dapat selesai tepat waktu.

Proyek pembangunan ini lanjut Yani, menelan anggaran sebesar Rp77.399.927.768.70 (Tujuh puluh tujuh miliar, tiga ratus sembilan puluh sembilan juta, sembilan ratus dua puluh tujuh juta, tujuh ratus enam puluh delapan ribu, tujuh puluh rupiah).

“Ini menggunakan dua sumber dana, 50 persen APBD Anambas dan 50 persen lagi APBD Provinsi Kepri,” paparnya.(bos)