Polda Kepri Bongkar Sindikat Penculikan Anak

Batamclick.com, Batam – Ditreskrimum Polda Kepri bersama Sat Brimob berhasil mengungkap kasus sindikat Pekerja Migran Indonesia (PMI) Ilegal dan Penculikan anak.
Tersangka inisial EB alias Eno (39) laki-laki yang berperan sebagai pengurus dan penampung PMI Ilegal yang beralamat di Kavling Saguba, Sungai Binti, Kecamatan Batu Aji Kota Batam. 

Hal ini diungkapkan saat Konferensi Pers yang digelar di Polda Kepri oleh Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Arie Dharmanto, S.Sos., S.IK. didampingi Wadansat Brimob Polda Kepri AKBP Dwi Yanto Nugroho S.IK, Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Kepri dan Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Kepri.

” Kronologis kejadian bermula dari informasi yang diterima dari masyarakat. Pada Rabu tanggal 12 Februari 2020 Tim Sat Brimob Polda Kepri mendapat informasi dari masyarakat bahwa di daerah di Kavling Saguba, Sungai binti Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, ada kedatangan tamu dari Jakarta yang diduga merupakan korban penculikkan anak yang terjadi di Jakarta Utara dan di bawa ke Kota Batam,” ujar Arie, Kamis (13/2/2020).

Ditambahkannya setelah menerima laporan tersebut petugas kita langsung konfirmasi ke Polres Jakarta Utara bahwa benar bahwa telah ada Laporan Polisi di Jakarta Utara dengan nomor : LP/08/B/II/2020/PMJ/RESJU. 

” Kemudian dilakukan penyelidikan dan penyidikan dari data yang didapat tim melakukan pengeledahan dirumah tersebut diatas dan ditemukan 2 orang diduga pelaku penculikkan serta beberapa orang Pekerja Migran Indonesia yang akan diberangkatkan ke Malaysia, selanjutnya Sat Brimob Polda Kepri berkoordinasi dengan Ditreskrimum Polda Kepri untuk tindak lanjut berikutnya jelas Wadansat Brimob Polda Kepri.

Arie menjelaskan, Pengungkapan tindak pidana penculikkap dan pengiriman Pekerja Migran Indonesia illegal dapat terungkap berkat kordinasi dan kerjasama yang baik antar Polres Jakarta Utara, Sat Brimob Polda Kepri dan Ditreskrimum Polda Kepri.

Diduga korban penculikan tersebut berasal dari Pademangan, Jakarta Utara, korban seorang anak Inisial V, jenis kelamin perempuan, 13 Tahun yang dibawa oleh dua orang pelaku berinisial PM (19) perempuan dan inisial MD (20) perempuan yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumahnya korban. 

Lalu tim melakukan pengembangan bahwa ada tindak pidana lain yang terjadi yakni penampungan Pekerja Migran Indonesia illegal di Kavling Saguba, Sungai binti Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, sebanyak 7 korban Pekerja Migran Indonesia lainnya yang akan dikirim ke Malaysia berhasil diselamatkan di lokasi tersebut jelas Dirreskrimum Polda Kepri.

” Pelaku melakukan dugaan tindak pidana penempatan PMI secara ilegal dengan cara melakukan pengurusan serta menyediakan rumah penampungan untuk para PMI Illegal dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan yaitu mendapatkan bayaran yang diperoleh dari hasil mengurus proses keberangkatan PMI secara ilegal ke Malaysia. 

Pelaku EB alias Eno mengaku sudah 24 bulan melakukan kegiatan tersebut dengan upah 7000 ringgit Malaysia per orang dan penempatan PMI secara ilegal oleh tersangka dan sudah ada 7 atau 8 orang yang berhasil dikirim ke Malaysia untuk dipekerjakan sebagai Cleaning Service (petugas kebersihan) di kawasan perumahan. 

” Adapun barang bukti yang diamankan 3 Paspor, 1 unit Handphone, 1 Buku Tabungan, 4 lembar bukti penarikan uang di ATM, dan 2 Kartu ATM,” tutur Arie.

Untuk Tersangka penempatan dan pengiriman Pekerja Migran Indonesia secara illegal dikenakan pasal 81 dan atau pasal 83 Undang Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 15.000.000.000,00 ( lima belas miliar rupiah).

Dan untuk penculikan anak akan dikenakan Pasal 332 ayat 1 KUHP dengan ancaman penjara maksimal tujuh tahun.

Sedangkan Kasubbid Penmas Polda kepri mengatakan, Kepada masyarakat yang ada di Provinsi Kepri khususnya Kota Batam, apabila dilingkungan tempat tinggalnya ada ditemukan kegiatan atau upaya perekrutan untuk dipekerjakan keluar negeri secara illegal harus berkordinasi ke aparat terkait.

” Hendaknya segera melakukan kordinasi dan sampaikan informasi tersebut ke aparat terkait seperti, RT, RW, Lurah dan Bhabinkamtibmas yang ada di daerah nya,” tutupnya.(lin)