Mantan Ketua DPRD Menolak Kembalikan Mobil Dinas dan Tak Gubris Peringatan KPK

BATAMCLICK.COM, Mantan Ketua DPRD Wajo, Sulawesi Selatan, Andi Asriadi diduga menolak untuk mengembalikan mobil dinas jenis Toyota Fortuner.

Atas perbuatan yang dilakukan itu, Andi Asriadi yang menjabat Ketua DPRD pada periode 2009-2014 tersebut akhirnya dilaporkan ke polisi atas dugaan penguasaan aset negara untuk kepentingan pribadi.

Pemerintah Kabupaten Wajo terpaksa membawa kasus tersebut ke jalur hukum setelah peringatan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak diindahkan oleh yang bersangkutan.

BACA JUGA:   Profil Won Jin Ah, Aktris Korea Fenomenal

Ketua tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK Frismon sebelumnya mengaku sudah berulang kali memberikan peringatan kepada Andi Asriadi untuk segera mengembalikan aset negara tersebut.

Namun demikian, ia menilai peringatan yang diberikan itu tidak diindahkan oleh yang bersangkutan.

Karena dianggap tidak ada itikad baik itu, pihaknya meminta pemerintah kabupaten setempat untuk menempuh jalur hukum.

BACA JUGA:   Ngawur, Vicky Prasetyo Singgung Organisasi Dunia Ditanya Lokasi Lamaran

“Bayangkan sejak 2009 kendaraan dinas yang seharusnya plat merah kepunyaan negara, justru dikuasai yang bersangkutan,” ujar Frismon.

“Makanya kan Pak Wabup Wajo langsung ke Polda agar masalahnya jelas. Kasihan pemerintah sudah kerja keras mengamankan semua aset daerah justru ada yang mau menguasai,” ucap Frismon.

Sementara itu, Direktur Kriminal Khusus Polda Sulsel Kombes Pol Widoni Fedri saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut.

BACA JUGA:   Kunjungi Korban Banjir, Risma Bantu Masak di Dapur Umum

Adapun pelapornya adalah Wakil Bupati Wajo, Amran.

“Baru dilaporkan pagi ini. (Tapi) kita tidak langsung kerjakan (selidiki),” ujar Widoni, Rabu (13/1/2021).

“Laporan kan belum sampai ke saya juga. Nanti kita telaah baik-baik dulu yah,” imbuh Widoni.

Untuk menindaklanjuti kasus itu, pihaknya mengaku masih akan memanggil terlapor dan pelapor untuk dimintai klarifikasi.

(dekk)

sumber: suara.com