Cerita Hotel di Bali Jadi Tempat Berteduh Turis Berbulan-bulan

BATAMCLICK.COM, Hotel sepi tamu menjadi cerita saat pandemi virus Corona ini. Tapi, Fashion Hotel Legian justru ramai pelanggan karena menjadi tempat berteduh bagi turis selama berbulan-bulan.

Hanya sedikit hotel di kawasan Legian, Bali yang mampu bertahan, Fashion Hotel salah satunya. Erwin Rachman, Hotel Manager Fashion Hotel Legian, menjelaskan keadaan selama pandemi di sana.

“Satu dari sedikit hotel yang masih buka selama pandemi. Ada lebih dari 11 penginapan. Semenjak Nyepi sudah sepi di bulan Maret,” kata Erwin.

“Di titik terendah hanya 5-10 kamar per hari. Di awal-awal pandemi malah hanya 2-5 kamar,” dia menjelaskan.

Pandemi membuat sebagian turis atau ekspatriat harus bertahan lebih lama di Bali. Dan, Fashion Hotel Legian menerima tamu yang tinggal berbulan-bulan di kamarnya.

“Ada tamu memutuskan tetap tinggal di Bali, long stay. Ada yang empat bulan,” kata Erwin. Selebihnya, tamu yang menginap di Fashion Hotel Legian adalah warga Bali hingga Jawa Timur yang ingin merasakan staycation.

BACA JUGA:   8 Cara Mendag Dongkrak Ekspor di Tengah Pandemi, Dijamin Ampuh?

Berapa harga kamar Fashion Hotel Legian saat ini? Erwin menyebut harga kamarnya diawali dari harga Rp 250 ribu termasuk sarapan dan ada harga khusus untuk kamar deluxe dan suite.

Apakah Fashion Hotel Legian melakukan efisiensi?

Efisiensi yang paling diutamakan oleh Fashion Hotel Legian, yakni dalam penggunaan listrik. Penggunaan listrik dari rata-rata Rp 4 juta per malam menjadi Rp 800 ribu sampai Rp 1 juta per malam.

“Dulunya listrik per bulan bisa Rp 140 juta. Sekarang Rp 48 juta, ini beban minimum dari PLN,” ujar Erwin.

Erwin dan timnya harus menghitung beban tertinggi penggunaan listrik, mulai dari penggunaan pompa dan alat listrik lainnya. Alat-alat ini dipilah hingga didapat dinyalakan di luar beban puncak PLN.

BACA JUGA:   Comeback Lewat Album Solo, Pasha Bantah karena Gagal Maju di Pilkada 2020

“Karyawan juga masih bekerja semua. Karena dukungan dari perusahaan induk sangat besar,” dia menegaskan.

Efek Lain Pandemi Corona untuk Hotel

Selain menghemat listrik dan minimnya jumlah wisatawan, apakah ada efek efek lain dari pandemi?

“Ada banyak pelajaran dan hikmah. Semakin menguat rasa kekeluargaan. Ada banyak penyesuaian dari pengeluaran hotel,” Erwin menjelaskan.

“Karyawan kami kini sering membawa sayur dan hasil bumi lain ke sini. Digunakan untuk dimakan bersama karyawan. Di sisi lain hal itu malah mempererat tali silaturahmi,” dia menjelaskan.

Di masa pandemi, Fashion Hotel Legian juga melakukan pendampingan berwirausaha bagi karyawannya. Usaha sampingan ini mulai dari mengemas produk hingga marketing dan sudah berjalan selama dua bulan.

BACA JUGA:   Atta Halilintar Diam-diam Sudah Temui Adik Tirinya di Pesantren

Fashion Hotel Legian turut serta menghidupkan Legian. Caranya, memberi pencahayaan yang optimal di malam hari, aktif mendukung kegiatan masyarakat, dan kegiatan lainnya.

Erwin tetap optimistis dan berharap wisata Bali cepat pulih. Mereka siap mengimplementasikan new normal pariwisata.

“Bulan Agustus ini sudah ada pemesanan dan meeting. Kami berharap bisa terlaksana. Kami berterimakasih seluruh stakeholder,” ujar dia.

Fashion Hotel Legian adalah hotel bintang 4 yang menyasar wisatawan leisure dan bisnis. Termasuk hotel MICE, ada ballroom juga 188 kamar dengan 3 pilihan tipe kamar, superior, deluxe, dan suite.

Fashion Hotel Legian hanya berjarak 15 menit ke pantai Kuta. Untuk menjamin kebersihan, ada Transcare yang jadi panduan aman dan nyaman bagi tamu. (mat)

sumber: detik.com