Rumah Carno Tergerus Longsor, Ini Aksi Babinsa

Cilacap – Bencana alam tanah longsor melanda wilayah Desa Pangedegan, Kecamatan Majenang, hal ini diakibatkan intensitas hujan sangat deras yang mengguyur wilayah tersebut, pada Rabu (13/1) mulai pukul 24.00 WIB sampai dengan pukul 04.30 WiB.

Salah satu rumah warga diketahui tergerus longsor. Sebut saja Carno (49) warga Dusun Cikandang RT. 01/RW. 04 Desa Pangadegan, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Hujan yang mengguyur sekitar tempat tinggalnya telah menyebabkan longsor yang menggerus pondasi rumahnya dan menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian rumah lainya.

BACA JUGA:   Prajurit Kodim 0703 Cilacap Berlatih Tata Cara Apel dan Yel yel

Terkait hal itu, Babinsa Pengadegan Sersan dua (Serda) Baharuddin langsung datang dan mengecek lokasi kejadian, usai menerima laporan warga bahwa telah terjadi longsor yang berdampak pada warga binaanya itu.

Benar saja, sesampainya di rumah Carno, dia melihat langsung kondisi rumanya yang memprihatinkan karena tergerus longsor. Tak tinggal diam dirinya langsung melakukan aksi tanggap bencana, dengan berkoordinasi secepatnya dengan aparat desa dalam hal ini Kepala Desa Pangadegan guna melakukan langkah penanganan bencana.

BACA JUGA:   Babinsa Ayamalas Hadiri Musdessus Bahas Validasi dan Penetapan Penerima BLT DD Tahun 2021

Dia mengatakan dari data peta geografi, wilayah binaanya Desa Pangadegan kondisinya banyak perbukitan dan teksur tanah yang cenderung labil saat musim penghujan, sehingga wilayah tetsebut masuk kategori rawan bencana longsor.

“Kita jauh hari sudah menghimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan saat hujan tiba, namun demikian siapa yang sanggup menahan bencana alam. Untuk itu upaya kita menyelamatkan jiwa, adapun materi bisa kita bangun kembali. Seperti yang menimpa saudara kita Carno saat ini rumahnya mengalami kerusakan akibat longsor, beruntungnya tidak ada korban jiwa,” katanya.

BACA JUGA:   Prajurit Kodim 0703 Cilacap Berlatih Tata Cara Apel dan Yel yel

Longsor yang menimpa rumah/bangunan ukuran 3× 6 meter itu, telah menyebabkan rumahnya retak, dan dinding rumah bagian dapur jebol, dengan kerugian materil sekitar Rp 20.000.000 ( dua puluh juta rupiah).

“Saat ini kami bersama warga sedang melakukan upaya pembersihan puing-puing atau material longsor disekitar rumah yang bersangkutan. Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tetap waspada dan tanggap terhadap potensi bencana yang dapat terjadi kapan saja,” tandasnya. Oke