Hasil Riset: Grab Buat Pendapatan Ojol di Medan Naik hingga 114%

BATAMCLICK.COM, Center for Strategic and International Studies (CSIS) dan Tenggara Strategics merilis studi yang menunjukkan teknologi Grab berperan penting bagi UMKM Medan. Riset tersebut menyebut peningkatan kualitas hidup yang dirasakan UMKM mitra Grab di Medan sebesar 8% dan peningkatan pendapatan hingga 114%.

Sebelumnya, pada tahun 2018 riset CSIS dan Tenggara Strategics menyebut pekerja lepas dan UMKM yang didukung teknologi Grab berkontribusi sebesar Rp 2,66 triliun ke ekonomi Sumatera Utara. Riset terbaru yang dilakukan pada tahun 2020 lebih banyak menyebut tentang inklusi keuangan, pembukaan lapangan pekerjaan, dan peningkatan

Misalnya, 75% mitra pengemudi GrabBike dan 55% mitra pengemudi GrabCar di Medan sekarang rutin menabung di bank dengan rata-rata tabungan masing-masing Rp 939 ribu hingga Rp 1,4 juta. Lalu 13% mitra merchant GrabFood Medan terinspirasi untuk memulai bisnisnya karena adanya GrabFood dan 16% mitra merchant menggunakan GrabFood saat pertama kali memulai bisnisnya.

BACA JUGA:   Foto Jungkook BTS Bikin Wanita Ini Bebas dari Tilang, Kok Bisa?

Seiring dengan tumbuhnya bisnis mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios, mereka juga menyerap tenaga kerja dari komunitas mereka. Sebanyak 21% mitra merchant GrabFood dan 7% agen GrabKios di Medan menambah hingga 2 pegawai baru sejak bergabung dengan Grab.

Mitra merchant GrabFood dan agen GrabKios Medan yang disurvei juga melihat peningkatan pendapatan hingga 32% menjadi Rp 52,2 juta per bulan, sedangkan rata-rata pendapatan agen GrabKios Medan meningkat 9% menjadi Rp 13,5 juta per bulan sejak bergabung.

Peningkatan penghasilan yang sangat signifikan dirasakan oleh mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike dengan peningkatan pendapatan hingga 103% menjadi Rp 7,3 juta per bulan dan 114% menjadi Rp 3,8 juta per bulan setelah bergabung dengan Grab.

BACA JUGA:   Barcelona B Kini Lebih Boros daripada Real Madrid

Direktur Eksekutif Tenggara Strategics, Riyadi Suparno mengungkapkan gig economy mempunyai peran penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi. Saat Sumatera Utara mulai beradaptasi untuk menyambut era usai COVID-19, pihaknya percaya bahwa platform seperti Grab dan sektor gig economy dapat mendukung proses pemulihan ekonomi.

“Kesiapan secara digital akan menjadi lebih penting dalam era new normal. Grab dapat membantu bisnis beradaptasi dengan beralih secara online menuju layanan seperti GrabFood dan GrabKios. Meskipun masih ada banyak ketidakpastian ekonomi di waktu yang akan datang, kami percaya gig economy akan memainkan peran penting dalam membantu mempertahankan mata pencaharian,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2020).

Pada saat yang bersamaan dengan peluncuran studi tersebut, Grab meluncurkan program #TerusUsaha di Medan yang merupakan solusi untuk mempercepat proses digitalisasi UMKM. Program ini untuk mendukung inisiatif #BanggaBuatanIndonesia milik pemerintah dalam melatih serta meningkatkan daya saing UMKM menghadapi ekonomi digital di era new normal.

BACA JUGA:   Asyiknya Lampard di Mata Werner

Menurut Head of West Indonesia Grab Indonesia, Richard Aditya, dukungan kepada seluruh UMKM di Sumatera Utara sangat perlu dilakukan untuk memastikan mereka dapat bertahan, mengingat kontribusi ekonomi sektor ini yang sangat signifikan.

“Dengan adanya perubahan perilaku dan kebiasaan konsumen di masa pandemi, digitalisasi menjadi sangat mendesak. Program #TerusUsaha yang sejalan dengan komitmen jangka panjang GrabForGood kami harapkan dapat memberikan solusi konkret dan juga membawa semangat baru bagi para pelaku UMKM untuk bangkit dan menyongsong era tatanan kehidupan baru ini,” jelasnya. (mat)

Sumber: detik.com