Dokumen Lengkap, Juhar Dilepas Lanal Batam

BATAMCLICK.COM,BATAM: Kapal Juhar 1 milik PT Manakala Lintas Samudra yang pada tanggal 6 Desember 2019 lalu sempat diamankan oleh KRI Tjiptadi, akhirnya dilepaskan oleh Lanal Batam setelah melalui proses pemeriksaan dan penyelidikan.

Komisaris utama PT manakala Lintas Samudra, DRS. Tanjur Ulath menjelaskan bahwa Kapal juhar 1 sempat diamankan oleh KRI Tjiptadi, karena diduga tidak memiliki ijin dan dokumen. 

“Pada saat pemeriksaan dokumen tidak ada di kapal, makanya waktu itu kapal sempat diamankan dulu sampai pihak perusahaan bisa menunjukkan bukti legalitas dan kelengkapan dokumen kapal,” ujarnya kepada awaka media di Hotel Planet, Sabtu (11/01/2020).

Sedangkan terkait TKA yang diduga ilegal dipemberitaan sebelumnya, Tanjur dengan tegas membantah berita tersebut, bahwasannya semua surat dari imigrasi dan paspor salah seorang crew ada. TKA yang dipekerjakan PT Manakala Lintas Samudra itu semua Legal.

“Hal tersebut dibutkikan dengan adanya surat dan dokumen untuk TKA yang dikeluarkan oleh Imigrasi Batam, ada sekitar 11 orang bukan 9 orang seperti yang diberitakan,” jelasnya sambil menunjukan beberapa dokumen yang di tandatangi oleh A/N Direktur Jendral Keimigrasian Ub. Kasubid  Perizinan Keimigrasian, Panusunan Siregar.

Ditambahkannya, Kami jelaskan bahwa apa yang telah dilakukan oleh KRI Tjiptadi dan Lanal Batam sudah benar, karena diduga kapal tidak ada dokumen dan sebagainya, dilakukan pemeriksaan, dalam arti ditahan untuk diperiksa Pada saat diamankan KRI Tjiptadi 381 beberapa dokumen asli tidak ada dikapal Juhar 1, namun setelah kami bisa menunjukan semua dokumen, selanjutnya kapal kami di lepaskan.

Kemudian ia menjelaskan terkait aktifitas kegiatan tambang pasir, semua surat suratnya juga ada, namun terkait hal itu untuk perizinan dan surat suratnyanya silahkan di konfirmasi ke PT Barelang Internasional Ekspasindo.

”  Mengenai perijinan quary pasir laut semua ada di  PT. Barelang Internasional Ekspasindo kalau untuk kontrak kerja proyek Gurindam 12 Tanjung Pinang, sedangkan PT Manakala kontrak dengan  PT. Gunakarya Nusantara,” jelasnya.

Sedangkan dalam kegiatan ini Kapal Juhar 1 milik PT Manakala, menjalankan aktifitas sesuai kontrak kerja dengan pihak perusahaan PT Barelang Akpesindo, dan segala macam legalitas dari perusahaan baik kapal maupun crew kami lengkap semua karena kami ingin kerja profesional.