BATAMCLICK.COM: Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, resmi membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kepri Tahun 2025 di Hotel Aston Tanjungpinang, Minggu (9/11). Acara bertema “Percepatan Investasi Indonesia Menuju Pertumbuhan Ekonomi di atas 8 Persen di Provinsi Kepulauan Riau” itu menghadirkan jajaran pengurus KADIN Indonesia, KADIN Kepri, perwakilan organisasi pengusaha se-Kepri, serta unsur pemerintah daerah.
Dalam sambutannya, Nyanyang menegaskan bahwa para pengusaha memegang peran penting dalam menentukan arah pertumbuhan ekonomi Kepri. Ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi KADIN yang selama ini menjadi motor penggerak investasi dan memperkuat daya saing daerah.
Pesan Utama Wagub ke Para Pengusaha: “Mari Kembalikan Kejayaan Ekonomi Kepri”
Nyanyang menekankan bahwa Kepri memiliki modal kuat untuk kembali menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional, terutama lewat kerja sama internasional.
“Saya berharap para pengusaha Kepri kembali aktif menjalin koneksi dengan Singapura, Asia Timur, Eropa, dan Timur Tengah. Kita harus menjadi garda depan investasi Indonesia,” ujar Nyanyang.
Ia menegaskan bahwa pemerintah menempatkan dunia usaha sebagai mitra utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif.
Ajak Pengusaha Maksimalkan Industri Batam dan Bangkitkan Ekonomi Daerah Lain
Wagub memaparkan bahwa sektor industri masih menjadi pilar ekonomi Kepri. Batam kini memiliki 32 kawasan industri aktif, tiga KEK, serta satu kawasan baru yang sedang disiapkan. Nyanyang menargetkan pertumbuhan ekonomi Kepri mampu menembus 12 persen, jauh di atas rata-rata nasional.
Ia juga meminta para pengusaha “melihat peluang lebih luas” di luar Batam.
- Bintan — mencatat pertumbuhan pesat dengan hadirnya PT BAI.
- Tanjung Balai Karimun — sektor minyak lepas pantai terus berkembang.
- Tanjungpinang — justru masih tertinggal dengan pertumbuhan 2,9 persen.
“Kami butuh kontribusi besar dari para pengusaha untuk menggerakkan ekonomi Tanjungpinang. Di Dompak tersedia 700 hektare lahan, dan di Senggarang ada 1.200 hektare yang siap dikembangkan sebagai kawasan industri baru,” tegasnya.
Pengusaha Diminta Manfaatkan Posisi Kepri di Jalur Perdagangan Internasional
Nyanyang mengingatkan bahwa Kepri berada tepat di jalur laut tersibuk dunia — Selat Malaka dan Selat Philip — yang dilalui 90.000 kapal per tahun. Namun Kepri baru menikmati 5 persen dari total potensi ekonominya.
Ia membandingkan:
- Singapura: 35–40 juta TEUs/tahun
- Pelabuhan Tanjung Pelepas Malaysia: 15 juta TEUs
- Batam: 650 ribu TEUs
Pemerintah menargetkan Batam mampu menembus 1 juta TEUs pada 2027, sebuah peluang besar bagi pelaku usaha logistik dan industri.
Pengangguran Turun, Perizinan Dipercepat
Wagub menyampaikan bahwa tingkat pengangguran terbuka Kepri menurun menjadi 6,60 persen, hasil dari kerja sama erat antara pemerintah, KADIN, dan pengusaha.
“Kami akan terus memberikan stimulus nonfiskal dengan mempercepat seluruh proses perizinan investasi. Kami ingin dunia usaha bergerak lebih cepat dan lebih efisien,” ujarnya.
Nyanyang juga mengajak KADIN dan seluruh asosiasi usaha memperkuat skema kolaborasi pentahelix—pemerintah, akademisi, pelaku usaha, asosiasi, dan media—untuk memastikan pertumbuhan ekonomi Kepri inklusif dan berkelanjutan.
Penutup: KADIN Diminta Tetap Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Dalam penutup sambutannya, Nyanyang menegaskan kembali pentingnya peran dunia usaha.
“Saya berharap KADIN Kepri terus menjadi mitra strategis dalam membuka peluang investasi dan mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi di seluruh wilayah Kepri,” katanya.
Dengan penuh optimisme, ia kemudian meresmikan pembukaan Rapimprov KADIN Kepri 2025.








