BATAMCLICK.COM: Pemerintah Kota Batam terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pendidikan tinggi bagi generasi muda. Tahun ini, Pemkot Batam tengah merancang Peraturan Wali Kota (Perwako) baru tentang beasiswa mahasiswa Batam, yang akan difokuskan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu dan wilayah tertinggal, terdepan, serta terluar (3T).
Kepala Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kota Batam, John Hendri, menjelaskan bahwa program beasiswa saat ini masih mengacu pada Perwako Nomor 56 Tahun 2023. Melalui aturan tersebut, pemerintah hanya menanggung biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa berprestasi di jenjang S1.
“Mahasiswa penerima beasiswa wajib menjaga IPK minimal 3,5. Jika tidak tercapai, maka bantuan akan dihentikan,” ujar John, Selasa (10/11).
Program ini diberikan khusus kepada mahasiswa yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) di tujuh universitas unggulan di Indonesia.
Fokus Baru: Anak Pulau dan Keluarga Tidak Mampu
Dalam rancangan Perwako baru ini, Pemkot Batam ingin memperluas manfaat beasiswa agar lebih tepat sasaran. John mengungkapkan, beasiswa nantinya akan diarahkan kepada mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu serta masyarakat yang tinggal di wilayah hinterland atau pulau-pulau penyangga Batam.
“Harapannya, anak-anak dari pulau-pulau bisa kuliah dengan biaya dari pemerintah. Setelah lulus, mereka kembali dan bekerja membangun daerahnya,” kata John.
Meski jumlah penerima belum ditentukan, rancangan peraturan tersebut kini tengah dalam tahap finalisasi. Setelah proses harmonisasi di tingkat provinsi selesai, program ini ditargetkan mulai berjalan pada tahun 2026.
“Sekarang drafnya sudah di Bagian Hukum. Karena baru diajukan di pertengahan semester, maka belum bisa diterapkan untuk tahun ajaran 2025. Kita fokuskan untuk 2026,” jelasnya.
Selaras dengan Kebutuhan Industri Batam
Beasiswa Mahasiswa Batam ke depan juga akan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga kerja di kota industri tersebut. Pemkot menilai, program beasiswa harus selaras dengan arah pembangunan ekonomi Batam.
“Jurusan yang akan diprioritaskan adalah bidang industri, teknik, galangan kapal, pendidikan, dan kesehatan, agar setelah lulus mereka bisa langsung berkontribusi di Batam,” ujar John.
Arah Baru Beasiswa di Bawah Kepemimpinan Amsakar Achmad
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa evaluasi terhadap program beasiswa sebelumnya menunjukkan perlunya penyempurnaan. Sebab, sebagian penerima ternyata berasal dari keluarga yang mampu secara ekonomi.
“Program lama memang menyasar anak-anak berprestasi, tapi banyak di antaranya yang sebenarnya tidak tergolong membutuhkan. Maka ke depan, kriterianya akan diperketat—bagi yang berprestasi sekaligus berasal dari keluarga tidak mampu,” ujar Amsakar.
Melalui kebijakan baru ini, Pemkot Batam berharap tidak ada lagi anak berprestasi dari keluarga kurang mampu yang terhalang biaya kuliah. Pemerintah ingin memastikan, setiap anak Batam, termasuk dari pulau-pulau penyangga, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi dan masa depan yang lebih baik.








