BATAMCLICK.COM: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kembali komitmennya untuk bekerja secara fokus, tegas, dan berorientasi pada hasil dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia melalui peningkatan produksi dan efisiensi sektor pertanian.
“Kami bekerja secara fokus, tegas, dan konkret untuk menjadikan Indonesia berdaulat pangan,” ujar Amran dalam pernyataannya, Senin (10/1/20251).
Amran menyoroti ancaman serius krisis pangan global yang saat ini tengah melanda banyak negara. Berdasarkan data World Food Programme (WFP) tahun 2024, tercatat lebih dari 295 juta orang di 53 negara mengalami kerawanan pangan akut. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, di mana sekitar 2,33 miliar orang menghadapi kerawanan pangan dalam tingkat sedang hingga parah.
Instruksi Tegas Presiden Prabowo: Indonesia Harus Swasembada
Menghadapi ancaman tersebut, Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi langsung kepada Kementerian Pertanian untuk bekerja maksimal demi mewujudkan kedaulatan pangan sejati.
“Presiden Prabowo telah memerintahkan saya untuk bekerja total agar bangsa kita benar-benar mandiri dalam hal pangan. Karena itu, saya mempercepat langkah untuk memenuhi misi nasional ini,” kata Amran.
Sebagai tindak lanjut, Presiden Prabowo telah menandatangani keputusan percepatan pembentukan zona swasembada pangan nasional. Kebijakan ini sejalan dengan misi Asta Cita, yang menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memberdayakan petani melalui produksi berkelanjutan. Target besar program ini adalah mewujudkan swasembada penuh pada tahun 2028.
Fokus pada Komoditas Strategis dan Pengurangan Impor
Kementerian Pertanian kini menetapkan beberapa komoditas prioritas sebagai fokus pembangunan jangka menengah dan panjang. Di antaranya adalah beras, jagung, gula, kedelai, sorgum, hortikultura, dan kentang.
Amran menegaskan bahwa kedaulatan pangan bukan hanya slogan, tetapi langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor.
“Hingga akhir 2025, Indonesia diproyeksikan mampu menekan impor beras dan bahkan mencatatkan surplus hingga 4 juta ton di tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo,” ungkapnya.
Capaian Nyata: Produksi Naik dan Cadangan Aman
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi beras nasional pada periode Januari–Desember 2025 diperkirakan mencapai 34,77 juta ton, meningkat 13,54 persen atau setara 4,14 juta ton dibanding tahun sebelumnya.
Hingga Oktober 2025, cadangan beras pemerintah (CBP) juga tercatat mencapai 3,9 juta ton, menandakan kondisi pasokan pangan nasional yang aman.
Sinergi dan Inovasi Pertanian sebagai Kunci
Menurut Amran, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran pertanian yang didukung sinergi lintas sektor. Ia menyebutkan bahwa berbagai program seperti tanam serentak nasional, distribusi alat dan mesin pertanian, serta penggunaan benih unggul menjadi fondasi penting dalam menjaga produktivitas di tengah tantangan perubahan iklim global.
“Kita bergerak bersama. Inilah bukti bahwa pertanian Indonesia mampu menjadi tulang punggung kedaulatan pangan nasional,” tegasnya.









