PORPROV DAN SEMANGAT

Pensil: Pensiun Usil

BATAMCLICK.COM: Melihat peroleh medali kabupaten kota dalam Porprov V 2022 di Bintan, segi distribusi memang tidak merata, jauh disparitas medalinya antara kabupaten kota.

Tapi masing-masing kabupaten kota kebagian medali emas, menunjukkan pembinaan olahraga di kabupaten kota bangkit, terutama Lingga yang akan menjadi tuan rumah Porprov 4 tahun mendatang dengan 12 emas. Modal semangat untuk 4 th ke depan.

Medali masih didominiasi 4 kabupaten kota di wilayah tengah Kepri (Tanjungpinang, Bintan, Batam, Karimun). Sedang bagian selatan (Lingga) dan utara (Anambas, Natuna) masih perlu pembinaan serius cabornya baik oleh pengcab, Koni kabupaten maupun pemkabnya.

Koni Kepri ke depan harus lebih awal menyiapkan Porprov supaya Koni Kabupaten Kota dan Pemgkab/Kot bisa menyiapkan atlit jauh-jauh hari.

Porprov V strategis pasca pandemi, dilihat dari segi pergerakan ekonomi, paing tidak 4000 lebih atlit official wasit LO berkumpul pada satu tempat, pengeluarannya rata-rata Rp 200 ribu per hari. (penginapan, komsumsi, transportasi dll) per hari dikalikan rata-rata 5 hari saja memghasilkan Rp 4 M lebih perputaran ekonomi di pulau Bintan (Kabupaten Bintan dan Tanjungpinang).

BACA JUGA:   Berapa Omzet Pemilik Restoran Bodong yang Viral Tipu Pelanggan Lewat Ojol?

Tanjungpinang sebagai ibukota juga kecipratan rezeki dari Porprov, karena hotel untuk atlit rerata ada di tanjungpinang, mestinya Tanjungpinang berterima kasih juga dengan adanya Porprov.

Tuan rumah ke depan Kabupaten Lingga lebih siap dan bisa lebih menyiapkan sarana pertandingan/venue untuk 45 cabor ang terdaftar di Koni Kepri.

Koni Kepri membuat aturan lebih awal misal 2 tahun sebelum Porprov untuk bikin aturan transfer atlit dan pergeseran atlit antar kabupaten kota. Saya yakin Lingga bersemangat dan lebih siap lagi. Bukan eventnya saja yang meriah, tapi nilai ekonomi suatu wilayah terangkat jika ada event-event termasuk Porprov .

Porprov tinggal 2 hari berakhir, menyisakan kenangan manis, indah, pahir, getir, tawa, canda dengan segala kekurangan kelebihannya. Hal-hal yg belum dirasa sempurna, dievaluasi bersama untuk menuju Porprov mendatang.

Tugas Koni Kepri memang berat, menghadapi Porwil, Pra PON dan Seleknas 2023 sekaligus menghadapi PON 2024. Apalagi tahun 2023 dan 2024 tahun politik bersama dengan persiapan pilkada pilpres pileg, di satu segi perhatian ke event olahraga baik multi event (Porkor, Pokkab Porprov) maupun single event oleh Pengkot Pengkab Pengprov Cabor masing-masing.

BACA JUGA:   Belum Usai Dihantam Pandemi, Wisata Bandung Barat Terancam B117

Tantangannya stakeholders terkait lebih fokus untuk menghadapi event politik, sekaligus juga kelebihannya masing-masing stakeholder yang nanti terjun ( kembali) ke politik tentunya memanfaatkan momemt olahraga yang ada sebagai sarana kampanye yg efektid untuk meningkatlan popularitasnya.

Namun juga kelemahannya bs saja, anggaran provinsi kab/kota lebih teeserap ke urusan politik seperti pilkada pilpres dan pileg.

Kita bergerak terus mengembangkan olahraga karena olahraga adalah untuk kepentingan masyarakat secara umum.

Antisipasi anggaran penyelenggaraan event olahraga perlu dilakukan dengan mengadakan lobby dengan pemerintahan pada tingkatan masing-masing, serta tentunya anggota legislatif khususnya komisi yang membidangi olahraga

Semoga olahraga yang wilayahnya berbatasan, berdekatan dengan dua negara hebat Singapore dan Malaysia, tentunya harus lebih hebat dari provinsi atau kabupaten kota lain.

BACA JUGA:   Pegawai Perusahaan Alkes Dibekuk karena Jual Tabung Oksigen Mahal

Sekedar introspeksi san evaluasi bersama saya kutip pernyataan seorang pelatih sepakbola yang saat ini menukangi klub besar Manchester City yakni Pep Guardiola.

“Di sepakbola, hal terburuk adalah alasan. Alasan berarti anda tidak bisa tumbuh berkembang maju’.

Apapun alasan alias ngeles dalam hal apapun termasuk olahraga, akan membuat kita lemah dan tidak berkembang. Makana kata yang tepat adalah semangat, karena dengan semangat lah kita bisa meraih kemerdekaan seperti saat ini. Kita tunjukkan semangat sehingga orang lain juga menjadi ikut semangat.

Kita mulai lagi dengan tugas-tugas ke depan yang makin berat tapi harus dilakukan.

“Life is like badminton match, if we wish to win, we mist serve well, return well and remember the game starts will love all”.

Tg pinang, 11 November 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *