PGN Batam khawatir aktivitas penimbunan lahan ganggu pipa gas Sumatra

Batamclick.com,
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Batam, Kepulauan Riau (Kepri), mengkhawatirkan aktivitas penimbunan lahan di sekitar jalur pipa transmisi gas kawasan Panaran dapat mengganggu keamanan pipa yang menyalurkan gas dari Sumatra ke Batam.

Area Head PGN Batam Wendi Purwanto mengatakan terdapat aktivitas penimbunan lahan di sebelah jalur pipa transmisi.

“Sekarang ada aktivitas penimbunan di sebelah pipa transmisi. Ada satu titik yang menyeberangi pipa transmisi,” kata Wendi saat dikonfirmasi di Batam, Rabu.

Menurut dia, PGN khawatir beban dari aktivitas kendaraan dan alat berat yang melintas dapat memberikan tekanan terhadap pipa.

Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap keamanan infrastruktur yang menjadi jalur utama penyaluran gas ke Batam.

“Kami khawatir kalau ada kendaraan lewat itu ada beban yang menekan pipa. Kami takut ada apa-apa dengan pipanya,” ujarnya.

Wendi menjelaskan pipa transmisi tersebut memiliki diameter 28 inci dan menjadi jalur penyaluran gas dari Sumatra menuju Batam.

Jalur tersebut bermula dari Kuala Tungkal, Jambi, bawah laut dan masuk ke Panaran, Batam.

Selanjutnya, jaringan gas diteruskan menuju Dapur 12 Batam ke Pulau Pemping, hingga ke Singapura.

Karena merupakan jalur utama pasokan gas ke Batam, kata Wendi, gangguan terhadap pipa tersebut berpotensi berdampak terhadap distribusi gas dan pasokan energi, termasuk pembangkit listrik di Batam.

“Ini satu-satunya pipa menuju Batam untuk distribusi dan jaringan kelistrikan. Kalau sampai terjadi gangguan, Batam bisa padam dan penyaluran ke Singapura juga berhenti,” katanya.

Wendi menegaskan pipa tersebut merupakan salah satu objek vital yang perlu dijaga keamanannya.

Menurut dia, aspek keselamatan perlu menjadi perhatian sebelum aktivitas di sekitar jalur pipa dilakukan.

“Ini adalah salah satu objek vital dan harus dijaga. Jalurnya hanya satu yang menuju Batam dan kalau ada apa-apa bisa dipastikan blackout di Batam,” katanya.

Sumber, Antara