Catatan Redaksi
BATAMCLICK.COM: Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) di bawah kepemimpinan Gubernur Ansar Ahmad tengah menjadi sorotan. Di satu sisi, Pemprov Kepri berencana mengajukan pinjaman jumbo hingga Rp500 miliar ke Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) pada tahun anggaran 2026. Namun di sisi lain, pemerintah provinsi juga gencar membagikan berbagai bentuk bantuan sosial (bansos) dan program kesejahteraan ke masyarakat.
Ansar Ahmad tidak menampik rencana pinjaman setengah triliun tersebut. “Belum dihitung, kalau bisa sampai Rp500 miliar,” katanya beberapa waktu lalu. Ia menegaskan, pinjaman ini tidak digunakan untuk belanja rutin, melainkan untuk pembangunan infrastruktur publik.
Beberapa proyek prioritas yang disebut masuk dalam daftar penggunaan pinjaman antara lain pembangunan gedung poli baru di RSUD Raja Ahmad Tabib (RAT) dan monumen bahasa di Pulau Penyengat. Namun, Ansar mengakui bahwa rencana ini masih harus melalui persetujuan DPRD Kepri, serta restu dari Menteri Keuangan dan Mendagri.
Meski begitu, publik mempertanyakan kemampuan fiskal daerah menanggung beban cicilan utang, terlebih jika Dana Transfer ke Daerah (TKD) menyusut. Ansar hanya menyebut akan melihat peluang dari sumber pendapatan lain tanpa menjelaskan secara rinci.
Bansos Mengalir ke Masyarakat

Di tengah rencana utang besar itu, Ansar juga terlihat gencar menyalurkan berbagai bantuan sosial ke masyarakat. Dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Lingga, Senin lalu, ia membagikan beragam bantuan mulai dari sektor sosial, kelautan dan perikanan, pertanian, pendidikan, hingga keagamaan.
“Bantuan ini bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Semoga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujar Ansar.
Rinciannya, antara lain:
- Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) bagi 26 penerima, masing-masing Rp2,5 juta.
- Bantuan BPJS Ketenagakerjaan untuk 10.247 nelayan senilai Rp2,065 miliar, ditambah klaim untuk 41 penerima sebesar Rp1,610 miliar.
- Bantuan BPJS Ketenagakerjaan untuk 822 petani sebesar Rp165,7 juta.
- Beasiswa 2025 senilai Rp181,5 juta untuk 72 mahasiswa di Lingga.
- Insentif guru PAUD, TK, dan RA senilai Rp178 juta untuk 356 penerima.
- Bantuan insentif keagamaan Rp457,5 juta untuk 915 orang.
- Bantuan rumah ibadah total Rp2,41 miliar untuk 33 penerima, dua di antaranya diserahkan langsung oleh Gubernur Ansar.
Antara Citra Sosial dan Beban Utang
Langkah Pemprov Kepri ini menimbulkan dua wajah yang kontras. Di satu sisi, bansos dan berbagai program populis menunjukkan kepedulian pemerintah pada masyarakat kecil. Namun di sisi lain, rencana pinjaman ratusan miliar rupiah menimbulkan tanda tanya besar tentang keberlanjutan fiskal daerah.
Apalagi, dana yang dipinjam tidak sedikit, sementara penerimaan daerah bergantung pada transfer pusat yang fluktuatif. Publik tentu menunggu bagaimana Pemprov Kepri memastikan bahwa kesejahteraan masyarakat tetap terjaga tanpa menjerat APBD dalam beban cicilan utang berkepanjangan.









