BATAMCLICK.COM – Industri angkutan jalan menghadapi perubahan yang semakin cepat. Digitalisasi, munculnya model bisnis baru, kenaikan biaya operasional, hingga tuntutan keselamatan membuat pelaku usaha meminta pemerintah memperjelas aturan main.
Persoalan itu menjadi salah satu agenda utama Munas XVII ORGANDA yang digelar DPP Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (ORGANDA) di Hotel Grand Mercure Batam Centre, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada 6–8 Oktober 2026.
Munas kali ini mengusung tema “ORGANDA Menjawab Disrupsi: Kepastian Regulasi, Kesetaraan Usaha, dan Keselamatan Transportasi untuk Angkutan Penumpang dan Logistik Berkelanjutan.”
Forum tersebut tidak hanya membahas arah organisasi. ORGANDA juga membawa sejumlah persoalan yang dihadapi pengusaha angkutan penumpang dan logistik di tengah perubahan industri transportasi.
Kepastian Aturan Jadi Sorotan
Ketua Umum DPP ORGANDA incumbent, Adrianto Djokosoetono, mengatakan perkembangan teknologi harus diikuti dengan regulasi yang mampu menciptakan persaingan usaha yang sehat.
Menurut dia, pelaku usaha membutuhkan kepastian hukum sekaligus kesempatan berusaha yang setara.
ORGANDA, kata Adrianto, mendukung perkembangan teknologi di sektor transportasi. Namun, transformasi tersebut tetap harus berjalan dalam kerangka regulasi yang adil dan menempatkan keselamatan sebagai prioritas.
Ia juga mendorong penguatan penegakan hukum, termasuk dalam penanganan persoalan Over Dimension Over Loading (ODOL).
Beban Operasional dan Persaingan Tarif
Sekretaris Jenderal DPP ORGANDA incumbent, Kurnia Lesani Adnan, menyoroti persoalan lain yang dihadapi operator angkutan.
Kenaikan biaya operasional akibat inflasi, persoalan distribusi BBM bersubsidi, persaingan tarif yang tidak sehat, serta penerapan kebijakan Zero ODOL menjadi tantangan bagi pengusaha.
Menurut Kurnia, persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada pengemudi dan operator.
Penyelesaiannya membutuhkan keterlibatan seluruh ekosistem transportasi, termasuk pemerintah, pelaku industri, dan pemilik barang.
Penegakan aturan juga dinilai perlu dilakukan secara konsisten dan berkeadilan.
ORGANDA Minta Level Playing Field
ORGANDA juga menyoroti persoalan level playing field atau kesetaraan berusaha.
Perkembangan berbagai model layanan transportasi membuat pelaku usaha angkutan jalan menghadapi karakter persaingan yang berbeda. Di sisi lain, mereka tetap harus memenuhi berbagai persyaratan terkait perizinan, keselamatan, biaya operasional, dan standar pelayanan.
Transformasi digital dan perubahan pola mobilitas masyarakat memang tidak dapat dihindari. Namun, perubahan tersebut juga membutuhkan regulasi yang mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha sekaligus melindungi masyarakat sebagai pengguna jasa.
Dorong Kebijakan yang Bisa Diterapkan
Menurut ORGANDA, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian dalam penyusunan kebijakan transportasi.
Melalui Munas XVII, ORGANDA menargetkan sejumlah rekomendasi yang dapat disampaikan kepada pemerintah dan pemangku kepentingan.
Rekomendasi itu mencakup penguatan peran ORGANDA dalam penyusunan kebijakan, peningkatan standar keselamatan, profesionalisme pelaku usaha, serta percepatan adaptasi terhadap teknologi.
ORGANDA juga mendorong harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah. Pengawasan dan penegakan hukum dinilai perlu berjalan konsisten agar seluruh pelaku usaha berada dalam ekosistem yang sama.
Prinsipnya, setiap penyedia layanan transportasi harus memenuhi standar keselamatan yang jelas dan memperoleh kepastian hukum dalam menjalankan usaha.
Tak Sekadar Konsolidasi Organisasi
Munas XVII ORGANDA berlangsung hingga 8 Oktober 2026. Selain mengevaluasi perjalanan organisasi dan menyusun program kerja, forum tersebut menjadi bagian dari proses penentuan kepemimpinan dan kepengurusan ORGANDA untuk periode berikutnya sesuai ketentuan organisasi.
ORGANDA juga ingin memperkuat posisi sebagai wadah representasi dan advokasi pelaku usaha angkutan jalan.
Selama ini, organisasi tersebut membangun komunikasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk menyampaikan persoalan yang dihadapi pengusaha serta memberikan masukan terhadap kebijakan transportasi.
Ke depan, ORGANDA ingin mengambil peran lebih besar sebagai mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan transportasi jalan yang dapat diterapkan di lapangan.
Munas XVII diharapkan menghasilkan rekomendasi yang tidak berhenti sebagai dokumen organisasi. ORGANDA ingin membawa persoalan kepastian regulasi, kesetaraan usaha, keselamatan, dan keberlanjutan industri ke meja pemerintah.
Dengan begitu, forum di Batam ini menjadi momentum konsolidasi pelaku usaha angkutan jalan untuk menghadapi perubahan industri transportasi yang semakin cepat.***
