Batamclick.com,
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) maupun nusantara berkontribusi besar dalam meningkatkan penerimaan pajak hotel dan restoran Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), sepanjang semester I 2026, kata Wali Kota (Wako) Batam Amsakar Achmad.
Lebih lanjut, Amsakar mengatakan kontribusi sektor pariwisata terhadap penerimaan daerah terlihat dari kenaikan penerimaan pajak hotel dan restoran tersebut pada semester I 2026 jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Saya buat perhitungan sederhana untuk melihat bagaimana arus wisatawan yang tinggi berdampak terhadap pajak hotel dan restoran di Kota Batam dan saya temukan bahwa meningkat dari semester 1 tahun 2025 dan tahun ini,” katanya di Batam, Selasa.
Berdasarkan catatannya, penerimaan pajak hotel pada semester I 2026 mencapai Rp101,1 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama 2025 sebesar Rp76,3 miliar. Artinya, terjadi pertumbuhan sekitar 32,8 persen, ujar dia.
Sementara itu, ia mengatakan penerimaan pajak restoran naik dari Rp88,9 miliar pada semester I 2025 menjadi Rp108,9 miliar pada semester I 2026 atau tumbuh 22,5 persen.
Kenaikan tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam. Pada semester I 2026, PAD tercatat Rp1,261 triliun, meningkat dari Rp1,059 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya atau tumbuh sekitar 19 persen.
Amsakar menilai pertumbuhan penerimaan pajak hotel dan restoran dapat menjadi salah satu indikator geliat aktivitas wisata dan ekonomi di Batam.
Ia mengatakan meningkatnya kunjungan wisatawan berpotensi mendorong aktivitas akomodasi, konsumsi makanan dan minuman, serta sektor pendukung lainnya.
“Ini mengindikasikan secara sederhana bagaimana arus kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun domestik ke Batam, bisa kita lihat dari kontribusinya terhadap pajak hotel dan restoran. Ternyata sangat signifikan,” ujar dia.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisman ke Batam pada Januari-Juli 2026 mencapai 964.457 kunjungan.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama 2025 sebanyak 861.997 kunjungan.
Wisman yang berkunjung ke Batam pada periode tersebut masih didominasi wisatawan asal Singapura, Malaysia dan China. Selain itu juga terdapat wisman asal negara India dan juga Asia Tenggara seperti Filipina dan Myanmar.
Amsakar mengatakan tingginya kunjungan wisatawan asal Singapura dan Malaysia juga didukung oleh perbedaan nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura dan ringgit Malaysia.
Berdasarkan laporan dari pelabuhan, volume kedatangan wisatawan dari kedua negara tersebut meningkat terutama pada akhir pekan.
“Tren Singapura dan Malaysia akibat selisih kurs rupiah dengan SGD (dolar Singapura) dan ringgit, rata-rata Jumat, Sabtu, Minggu, volume kedatangan mereka dari Singapura dan Malaysia kepada kami itu luar biasa tinggi,” katanya.
Menurut Amsakar, geliat pariwisata tersebut turut memperkuat posisi Batam sebagai salah satu kota Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) yang masuk dalam 10 kota prioritas pemerintah.
Ia berharap pertumbuhan sektor pariwisata dapat terus berlanjut bersamaan dengan perkembangan sektor industri dan investasi lainnya.
“Industri terus bergerak, pusat data dibangun, sektor pariwisata bergerak. Harapan saya tentu saja angka kemiskinan kita turun,” ujar dia.
Sumber, Antara
