Pariwisata di Kepri Bawa Harapan Baru, Wisatawan Domestik Jadi Penopang Ekonomi Daerah

Pariwisata di Kepri
Pariwisata di Kepri

Dengan belanja rata-rata Rp2 juta per orang, kunjungan wisatawan nusantara dorong geliat ekonomi Kepulauan Riau hingga Rp7 triliun

Pariwisata di Kepri kini bukan sekadar sektor pendukung, melainkan sudah menjadi nafas perekonomian yang menghidupi banyak lapisan masyarakat. Setiap kapal sandar, setiap pesawat mendarat, membawa harapan. Bukan hanya bagi para pelaku wisata, tetapi juga untuk para pedagang kecil, pemilik penginapan, pengemudi transportasi lokal, dan tentu saja UMKM kuliner yang tersebar dari Tanjungpinang hingga ke pulau-pulau kecil di ujung Bintan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau, Hasan, menjelaskan bahwa rata-rata wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke Kepri membelanjakan sekitar Rp2 juta per orang. Angka ini mencakup makan-minum, transportasi lokal, hingga akomodasi selama mereka tinggal.

“Belanja wisatawan itu dihitung dari sejak mereka tiba di pintu masuk pelabuhan atau bandara, sampai mereka pulang,” tutur Hasan, penuh optimisme, saat ditemui di Tanjungpinang, Minggu (6/7/2025).

Angka Optimis, Semangat Tak Pernah Redup

Tahun ini, Pemprov Kepri menargetkan 3,5 juta kunjungan wisnus. Sampai akhir Mei, jumlahnya sudah menyentuh 1,7 juta pengunjung, yang artinya lebih dari separuh target telah tercapai dalam lima bulan pertama. Jika target tersebut terpenuhi, potensi perputaran uang dari belanja wisnus bisa menembus angka fantastis: Rp7 triliun.

Hasan menyampaikan hitung-hitungannya dengan mantap, “Tinggal dikalikan saja, 3,5 juta orang dikali Rp2 juta. Angkanya sekitar Rp7 triliun. Ini bukan sekadar angka, tapi bukti bahwa sektor wisata punya kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.”

Dari Pulau ke Panggung Dunia

Pariwisata di Kepri tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga terus berinovasi. Pemerintah menyiapkan belasan agenda wisata skala nasional dan internasional sepanjang Juli hingga Desember 2025. Salah satu yang paling dinantikan adalah Bintan Marathon, yang akan digelar pada 8-9 November 2025, dengan target 5.000 peserta dari dalam dan luar negeri.

Tak berhenti di situ, Kepri juga aktif menjalin kerja sama lintas provinsi, seperti dengan Lampung, Jawa Tengah, dan Maluku Utara. Tujuannya satu: saling mempromosikan pariwisata unggulan masing-masing daerah, sekaligus merancang paket-paket wisata antarprovinsi agar lebih menarik dan terjangkau.

“Kami optimistis bisa mencapai target. Ini bukan hanya soal angka, tapi juga tentang menggerakkan ekonomi masyarakat dan menyeimbangkan pembangunan di daerah,” ujar Hasan.

Surga Wisata: Dari Penyengat ke Pantai Trikora

Potensi wisata di Kepri memang sangat lengkap. Hasan menyebutkan bahwa provinsi ini memiliki segalanya—alam, bahari, budaya, sejarah, olahraga, hingga wisata religi. Ia mencontohkan Pulau Penyengat, pulau kecil yang menyimpan sejarah besar dan menjadi magnet wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Di Kabupaten Bintan, wisatawan bisa menemukan kawasan internasional Lagoi yang menawarkan pengalaman kelas dunia. Sementara itu, Pantai Trikora dengan garis pantainya yang panjang, tetap menjadi destinasi favorit keluarga dan pencinta laut.

“Dominasi wisatawan domestik kami berasal dari Pulau Jawa, Sumatera, hingga Jakarta. Mereka datang ke sini untuk merasakan ketenangan, keindahan, dan kehangatan budaya Melayu,” tambah Hasan.

Penulis: Kantor Berita AntaraEditor: papidedy