ASN Pontianak doa dan introspéksi diri bersama di Tahun Baru Islam

BATAMCLICK.COM : Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), bersama masyarakat umum menggelar doa dan introspeksi diri bersama pada momen peringatan Tahun Baru Islam, 1 Muharram 1446 Hijriah, sebagai bentuk rasa syukur.

“Doa bersama ini sekaligus upaya Pemkot Pontianak menancapkan semangat kebaikan kepada masyarakat. Kegiatan doa bersama ini juga menjadi bagian dari wujud syukur kita atas rahmat yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT),” ujar Penjabat (Pj) Wali Kota Pontianak Ani Sofian pada Peringatan Tahun Baru Islam 1446 Hijriah yang digelar Panitia Hari Besar Islam (PHBI) di Masjid Raya Mujahidin, Minggu.

BACA JUGA:   Jangan Main-main! Sule Tegas soal Isu Nathalie Holscher Selingkuh dengan Manajer

Ia menjelaskan peringatan Tahun Baru Islam kali ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun baru hijriah kali ini dilaksanakan dengan berkumpul di masjid, majelis taklim, surau, untuk berdoa bersama mengharapkan keselamatan negeri, khususnya Kota Pontianak. Sebelumnya peringatan Tahun Baru Islam dilakukan dengan pawai.

“Tentu kita berharap kegiatan doa bersama selalu jadi agenda rutin saat menyambut Tahun Baru Islam,” ucapnya.

Ia juga berpesan kepada masyarakat Kota Pontianak untuk menyukseskan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 secara serentak dengan aman, tertib, dan lancar, serta saling menghormati perbedaan pilihan.

BACA JUGA:   Semangat di Sabtu Pagi, Satgas TMMD Bersama Warga

“Kita harap Pilkada kali ini menghasilkan pemimpin yang baik dan saleh, peduli pada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Ani Sofian.

Menurutnya, berbagai persoalan Kota Pontianak tengah dihadapi, salah satunya yang sedang marak adalah gelandangan dan pengemis (gepeng) di simpang-simpang jalan. Ia meminta warga agar membantu persoalan tersebut dengan tidak memberikan sumbangan dalam bentuk apapun, sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 19 Tahun 2021 tentang Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat.

“Bagi yang melanggar bisa dikenakan denda sebesar Rp500 ribu,” ucapnya.

Persoalan lainnya, lanjut dia, adalah judi online. Ani Sofian mengatakan Tahun Baru Islam ini juga harus dimaknai sebagai awal mula perbaikan diri.

BACA JUGA:   Milenial Batam Inginkan Marlin Teruskan Pembangunan Batam

“Selain masalah keagamaan, agenda doa bersama juga menyampaikan persoalan sekitar kita. Saya berkomitmen apabila ada ASN di lingkungan Pemkot Pontianak yang terbukti melakukan judi online tidak akan segan-segan dihukum disiplin,” katanya.

SUMBER : ANTARA