Warga Meral Keluhkan Mobil Parkir Sembarangan Jadi Penyebab Kemacetan, Perda Parkir Dipertanyakan

Suasana reses anggota DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani di rumah warga Kecamatan Meral, Kamis (5/12)

BATAMCLICK.COM: Masyarakat di wilayah Kecamatan Meral mengeluhkan kondisi parkiran Jalan A Yani sektiar Meral Kota, yang mengganggu arus lalulintas. Terlebih saat jam sibuk anak sekolah dan pulang kerja.

Kondisi itu disebabkan pemilik kendaraan roda empat atau mobil pribadi, yang tidak memiliki garasi dan seenaknya parkir sembarangan pada badan jalan. Sehingga membuat kemacetan arus lalulintas.

“Kita kan punya hak yang sama, menggunakan jalan untuk lalulintas, tapi ada kendaraan yang gunakan badan jalan untuk parkira dan membuat kemacetan. Sangat terganggu sekali, saya mau antar anak sekolah jadi tidak nyaman akibat parkir mobil di kiri dan kanan jalan. Yang hanya bisa digunakan bagian tengah. Kondisinya sudah semrawut dan perlu perhatian serius,” cerita Raja Rian saat menghadiri reses anggota DPRD Karimun, Nyimas Novi Ujiani, Kamis (6/12) di salah satu rumah warga Kelurahan Baran Barat Kecamatan Meral.

BACA JUGA:   Resmi Ditahan, Jerinx SID Terancam 6 Tahun Penjara

Padahal lanjut pria yang berdomisili di Gang Awarngnor ini, Kabupaten Karimun telah memiliki perda parkir yang sudah disahkan lebih dari satu tahun, namun penerapannya belum dampak dan terkesan tidak jalan.

“Mereka yang punya mobil ini kan kondisi ekonomi menengah keatas, harusnya ketika punya mobil ya sediakan lah garasinya. Jangan gunakan jalan sebagai tempat parkir,” pintanya.

Ia khawatir kondisi ini akan terus semrawut ketika dalam waktu dekat ini PT Saipem akan merekrut ribuan pekerja. Sehingga arus lalulintas akan semakin padat dan macet yang cukup panjang.

BACA JUGA:   Lewat Pameran VR, Metric Akan Bagikan Beragam Solusi Desain Interior

“Saat ini saja belum beroperasi perusahaan itu sudah macet yang luar biasa. Saya mau antar anak sekolah betul-betul terganggu. Tolong lah dibuatkan aturan yang jelas soal pemilik mobil yang parkir sembarangan ini. Kan bisa jadi pendapatan juga kalau dikelola dengan benar,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Karimun, Nyimas Novi Ujiani menanggapi, soal perparkiran memang menjadi bidang dari Komisi II DPRD Kabupaten Karimun, tempat dimana dia bertugas menyuarakan aspirasi rakyat.

“Kondisi ini akan saya bahas dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karimun. Memang harus segera diatasi, karena ketika perusahaan tidak hanya saipem tapi semua yang ada merekrut pekerja terus menerus, ini jadi makin tak terkendali dan semakin semrawut nantinya,” ujarnya.

BACA JUGA:   Daftar 5 HP Android Pakai Cip Qualcomm Besutan Snapdragon

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karimun ini juga menilai, sejauh ini belum melihat penerapan perda parkira itu berjalan dengan baik.

Karena selama ini, persoalan parkir memang tak pernah jelas soal pengelolaan dan pendapatan serta penyetoran. Padahal pemungutan parkir di hampir semua titik potensial parkir selalu diterapkan, melalui tukang parkir.

“Kita banyak titik parkir potensial untuk pendaptan, tapi memang tidak maksimal digarap dan tidak jelas pengelolaannya. Ini akan saya benahi termasuk kesemrawutan jalan di wilayah jantung kota Kecamatan Meral,” pungkasnya.(gan)