Kemenkeu Sebut Indonesia Punya Modal Oke untuk Terus Ngutang, Apakah Itu?

BATAMCLICK.COM, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengatakan bahwa Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang memiliki reputasi pengelolaan kebijakan fiskal yang baik. Menurutnya, kebijakan itu dilihat dari kemampuan Indonesia mempertahankan rasio utangsebesar 30% PDB.

“Jadi sebelum pandemi Covid-19, Indonesia itu punya reputasi yang sangat baik. Pasalnya, pada sisi fiskal, rasio utang kita hanya 30% PDB,” ujar dia dalam telekonfrensi, Jakarta, Kamis (6/8/2020).

BACA JUGA:   Luis Suarez Berlabuh di Kota Madrid Usai Gagal ke Italia?

Dia juga menjelaskan, dengan adanya modal kepercayaan itu, di tengah pandemi ini, Indonesia dipercaya investor meskipun banyak melakukan relaksasi belanja. Bahkan tak hanya fiskal, kebijakan moneter Indonesia juga dikenal sangat prudent.

“Mereka (investor) percaya bahwa Indonesia tak akan ugal-ugalan melakukan relaksasi seperti itu. Kebijakan moneter Indonesia juga dikenal sangat prudent dan hati hati,” ungkap dia.

BACA JUGA:   Nasib Malang Hamdi, DiWikwik 11 Pria Lalu Dilempar dari Lantai 6

Kemudian, lanjut dia, modal besar itu menjadi pegangan bagi Indonesia apabila suatu saat nanti membutuhkan tambahan bantuan. Apalagi masih dibutuhkan berbagai terobosan untuk meredam dampak penyebaran pandemi ini.

“Hal itu modal yang sangat bagus saat kita menghadapi kondisi Covid-19 seperti saat ini. Dan yang membutuhkan berbagai terobosan, masih terkontrol dalam koridor yang dianggap prudent,” pungkasnya. (mat)

BACA JUGA:   Ada Corona, Bazaar Produk Lokal 'Localfest 2020' Digelar Secara Online

sumber: SINDOnews.com