Sindikat Curanmor, 10 Motor Diamankan, 4 Orang Jadi Tersangka

Batamclick.com, Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat mengungkap sindikat curanmor (pencurian sepeda motor) antar provinsi Jakarta-Banten.

Setidaknya empat orang ditetapkan sebagai tersangka dan 10 sepeda motor diamankan sebagai barang bukti.

Kapolsek Tanjung Duren, Kompol Rosana Albertina Labobar mengatakan, sindikat curanmor ini terungkap setelah pihaknya menangkap dua pelaku yang beraksi di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (29/5/2021) lalu.

Kedua pelaku curanmor itu masing-masing berinisial PS (28) dan GR (30).

“Kami bergerak, tim buser mulai menyisir pelaku, dipimpin Kanit Reskrim AKP Mubarak. Pada saat itu juga tanggal 1 Juni dini hari tim Reskrim Polsek Tanjung Duren menemukan tersangka yang viral terekam jelas CCTV di TKP berada di daerah Kebon Jeruk,” kata Rosana saat rilis di Polsek Tanjung Duren, Sabtu (5/4/2021).

BACA JUGA:   Cabuli-Ancam Sebar Foto Bugil 2 Pelajar, Pria Ini Ditangkap!

Berdasarkan informasi dari kedua pelaku, sepeda motor curian mereka dijual ke seorang pria berinisial IM (40) sebagai penadah.

Pihak Polsek Tanjung Duren pun langsung bergerak menangkap IM di kawasan Daan Mogot, Cengkareng pada Kamis (3/6/2021).

“Dari saudara IM kita amankan uang Rp 2,4 juta di mana saudara PS dan GR menjual kepada saudara IM satu unit motor seharga Rp 2,4,” jelas Rosana.

Usai menangkap IM, polisi terus mengembangkan perkara ini, hingga menangkap seorang berinisial KB atau OD di Pandeglang Banten.

BACA JUGA:   Dalam Rangka HUT polri BPK AKP Subadi SH Mendapat Kejutan Ditempat Pengecoran oleh Danramil Jaken Kapten Kav Budi Karyadi S.E dan Kepala Desa Tamansari Gus Amin

“Jadi memang kasus curanmor jaringan antarkota Jakarta-Banten. Dari tersangka OD ini kami mengamankan bukan saja 1 motor yang dicuri saat 29 Mei 2021, tapi kita amankan 9 jadi total ada 10 unit motor yang dicuri yang dijual kepada saudara OD,” jelas Rosana.

Keempatnya kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Kepada PS dan GS disangkakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. Sedangkan IM dan OD dijerat Pasal 480 KUHP dengan ancaman pidana 4 tahun penjara.

(dekk)

sumber: suara.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *