Dianggap Lecehkan Prosesi Tepung Tawar, Makruf Maulana Akhirnya Minta Maaf

Ketua Golkar Kerpri Ahmad Makruf Maulana (tengah) minta maaf kepada Lam Kepri atas ketidak sengajaannya memainkan prosesi tepung tawar.
Ketua Golkar Kerpri Ahmad Makruf Maulana (tengah) minta maaf kepada Lam Kepri atas ketidak sengajaannya memainkan prosesi tepung tawar.

BATAMCLICK.COM: Ahmad Makruf Maulana, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepri yang baru saja terpilih secara aklamasi pada Musda Partai Golkar Kepri, akhirnya meminta maaf kepada Lembaga Adat Melayu (LAM).

Permintaan maaf Makruf ini disampaikan langsung oleh Ketua Kadin Kepri itu, di depan para pengurus LAM Batam di Gedung LAM Batamcentre, Jumat (6/3/2020) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Makruf datang didampingi oleh Ketua Partai Golkar Batam, Ruslan Ali Washyim, dan diterima oleh para pengurus LAM Batam diantaranya Sekertaris Umum LAM Batam, Yang Mulia Raja Muhammad Amin, Wakil Sekretaris Yang Mulia Raja Erwan dan Wakil Sekretaris Datok Candra Ibrahim, serta para pengurus lainnya.

Makruf Mengaku Tak Berniat

Pada kesempatan itu, Makruf mengakui kesalahannya dan ia mengaku sama sekali tidak bermaksud sengaja melecehkan atau mempermainkan prosesi tepung tawar tersebut.

BACA JUGA:   Santai Banget, Bocah Tengil Ini Lewati Petugas Sambil Berdiri di Atas Motor

“Tidak ada niat saya untuk mempermainkan prosesi tepung tawar itu. Jujur itu spontanitas karena saya juga saat itu benar-benar terkejut, disambut dengan kompang dan tepung tawar,” jelas Makruf.

Dikatakannya begitu keluar dari ruang kedatangan, ia dan rombongan disambut oleh sejumlah kader Partai Golkar Batam dan Kepri termasuk Ketua Partai Golkar Batam Ruslah Ali Washyim dan Jadi Rajaguguk.

“Saya terkejut karena ada kompang dan ada pengalungan bunga, serta tepung tawar, jujur apa yang saya lakukan sebenarnya karena saya begitu terkejut, sebagai ungkapan kegembiraan saya dan berbagi kegembiraan kepada Pak Ruslan dan istrinya,” ujar Makruf.

BACA JUGA:   Videonya Viral, Pengemis Ngaku 3 Kali Dipalak Oknum Dinas Sosial

Minta Maaf

Sebagai orang yang pernah mengenyam pendidikan pesantren di kampung halamannya di Madura, Makruf mengaku tidak mungkin berbuat sengaja untuk mempermainkan prosesi adat seperti tepung tawar.

“Saya mohon maaf atas kejadian itu, semoga kejadian tersebt tidak terulang kembali,” ucapnya.

Permohonan maaf Makruf tersebut diterima oleh para pengurus LAM dengan catatan, permohonan maaf tersebut harus dibuat di dalam video pendek, dan ditujukan ke pengurs LAM Provinsi Kepri serta pengurus LAM kabupaten kota se Kepri.

“Kami menyambut baik, itikad baik Pak Makruf Maulana, kami menerima permohonan maaf Pak Makruf dengan catatan dibuatkan video pendeknya dan ditujukan kepada semua pengurus LAM baik provinsi maupun kabupaten kota,” ungkap Raja Muhammad Amin.

BACA JUGA:   Cewek Viral Sok Kaya Bantah Menipu Tunangan Boy William

Permintaan itu disetujui oleh Makruf, dan video tersebut akan dibuat dan diserahkannya besok, Sabtu (7/3/2020).

Seperti diketahui, permasalahan ini berawal dari kedatangan Makruf di Bandara Hang Nadim Batam dari Natuna usai terpilih menjadi Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kepri.

Saat keluar dari ruang kedatangan, Makruf dan rombongan disambut dengan kompang yang dimaikan oleh para kader golkar.

Selain itu ada juga prosesi pengalungan bungan dan tepung tawar. Nah setelah ditepung tawar, makruf langsung mengambil daun pengebas tepung tawar tersebut, selanjutnya dikebas-kebaskannya ke kepala Ketua Partai Golkar Batam, Ruslan Ali Washyim.

Prosesi tersebutlah yang menjadi masalah dan membuat Makruf dianggap telah mempermainkan prosesi sakral tepung tawar bagi masyarakat Melayu.(bos)