Munas HPI VIII di Batam, Edi Surbakti Siap Berebut Kursi Ketua Umum

Edi Surbakti
Edi Surbakti

BATAMCLICK.COM — Munas HPI VIII di Batam mulai mempertemukan para pramuwisata dari berbagai daerah di Indonesia. Musyawarah Nasional Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) itu berlangsung pada 5-8 Oktober 2026 dan menjadi momentum pemilihan ketua umum serta kepengurusan baru organisasi tersebut.

Sejumlah delegasi dari berbagai provinsi mulai tiba di Batam sejak Ahad, 4 Oktober 2026. Mereka akan mengikuti rangkaian agenda Munas HPI VIII yang berlangsung di Kepulauan Riau.

Pembukaan Munas dijadwalkan berlangsung di Ballroom Pacific Palace Hotel Batam pada Senin, 5 Oktober 2026. Agenda tersebut dijadwalkan dihadiri Menteri Pariwisata, Gubernur Kepulauan Riau, serta Wali Kota Batam yang juga menjabat Kepala BP Batam.

Di tengah perhelatan nasional itu, nama Edi Surbakti muncul sebagai salah satu kandidat yang menyatakan kesiapannya maju dalam bursa Ketua Umum HPI periode mendatang.

Edi Surbakti Siap Bawa Nama Kepri

Edi menyampaikan kesiapannya saat menyambut kedatangan peserta Munas HPI VIII di Pelabuhan Batam Center. Ia mengatakan Kepri sebagai tuan rumah memiliki kesempatan untuk mengambil peran lebih besar dalam organisasi pramuwisata tingkat nasional.

“Sebagai tuan rumah, Munas HPI VIII di sini, Kepri harus mengambil peran penting. Kita orang Kepulauan Riau harus naik di kancah nasional,” kata Edi.

Ia mengaku telah memenuhi persyaratan pencalonan. Karena itu, ia siap menawarkan diri untuk mengelola dan mengembangkan HPI pada periode mendatang.

“Saya sudah melengkapi syarat dan siap mendedikasikan diri untuk membenahi dan mengembangkan organisasi pramuwisata ini,” ujarnya.

Edi tidak hanya membawa agenda pergantian kepengurusan. Ia mengatakan ingin mendorong peningkatan kesejahteraan, kompetensi, dan profesionalisme pramuwisata Indonesia.

Menurut dia, profesi pramuwisata memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman kepada wisatawan. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu agenda yang ingin ia dorong.

“Saya ingin guide terus meningkat kesejahteraannya, meningkat kompetensi dan profesionalismenya, sehingga mampu memberikan layanan yang berkualitas bagi para wisatawan,” katanya.

Empat Dekade Menekuni Profesi Guide

Edi bukan nama baru dalam dunia pramuwisata di Kepulauan Riau. Ia memulai karier sebagai pemandu wisata di Berastagi, Tanah Karo, pada 1985.

Dua tahun kemudian, ia pindah ke Batam. Sejak itu, ia menekuni profesi sebagai tour guide dan terlibat dalam berbagai kegiatan kepariwisataan di Kota Batam maupun Kepulauan Riau.

Pengalamannya di organisasi HPI juga cukup panjang. Edi pernah memimpin DPC HPI Kota Batam pada 2000-2005.

Setelah itu, ia dipercaya menjadi Ketua DPD HPI Provinsi Kepulauan Riau selama 2006-2015.

Selain HPI, Edi aktif di Kamar Dagang dan Industri atau Kadin. Ia pernah menjabat Ketua Kadin Kabupaten Bintan dan kini menjadi Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata Kadin Provinsi Kepulauan Riau.

Ingin HPI Naik Kelas

Dalam pencalonannya, Edi membawa visi menjadikan HPI sebagai organisasi yang lebih solid dan adaptif terhadap perkembangan industri pariwisata.

Ia ingin organisasi tersebut tidak hanya menjadi wadah profesi, tetapi juga mampu memberikan dampak langsung bagi anggota.

“Visi saya menjadikan HPI sebagai organisasi yang solid, inovatif dan berdampak nyata bagi kesejahteraan dan profesionalisme seluruh anggota,” kata Edi.

Ia mengatakan pencalonannya merupakan ikhtiar untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi organisasi profesi yang memiliki perwakilan di berbagai provinsi di Indonesia.

Edi juga ingin membawa profesi pramuwisata Indonesia agar semakin dikenal di tingkat internasional. Menurut dia, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan harus berjalan beriringan agar pramuwisata Indonesia mampu bersaing di tengah perkembangan industri pariwisata global.

Munas HPI VIII di Batam pun menjadi ruang bagi para anggota untuk menentukan arah organisasi sekaligus memilih kepengurusan baru untuk periode berikutnya.***

Exit mobile version