Menhan: Kebutuhan alutsista dan amunisi TNI mulai terpenuhi

Batamclick.com,
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan kebutuhan alat utama sistem senjata (alutsista) dan amunisi TNI mulai terpenuhi, setelah pemerintah memperkuat pembangunan kemampuan pertahanan nasional.

Sjafrie menyampaikan hal tersebut usai meninjau latihan terintegrasi tiga matra TNI di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Rabu.

“Saya sudah melihat langsung bahwa kekuatan tempur TNI, baik dari alutsista maupun kualitas pengelolaan serta kebutuhan amunisi mulai dari kaliber kecil sampai kaliber besar, sudah dipenuhi,” katanya.

Menurut Sjafrie, hasil latihan menunjukkan TNI mampu menjawab tantangan dalam menjaga dan mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui kesiapan personel maupun perlengkapan tempur.

Ia mengatakan kondisi tersebut berbeda dibanding beberapa tahun lalu ketika TNI masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama pada aspek alutsista dan ketersediaan amunisi.

Selain menilai kesiapan alutsista, Sjafrie menyebut sasaran latihan yang dirancang TNI berhasil dicapai melalui pelaksanaan latihan gabungan di lapangan.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi bagian dari revitalisasi pembangunan kekuatan pertahanan nasional yang terus dilakukan pemerintah sepanjang 2026.

Sebelumnya, salah satu materi latihan menguji kemampuan infiltrasi udara melalui penerjunan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) di sekitar daerah penerjunan (drop zone) Bandara Dabo Singkep yang melibatkan pesawat CN-235 Skadron Udara 27 Biak, Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat), dan Yonif 328.

Sumber, Antara

Exit mobile version