
Tambang pasir Nongsa diawasi ketat oleh Pemerintah Kota Batam. Langkah ini dilakukan untuk menjaga lingkungan sekaligus memastikan akses menuju Bandara Hang Nadim tetap aman dan tertib. Pengawasan ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menata kawasan strategis.
BATAMCLICK.COM: Pemerintah Kota Batam tidak tinggal diam. Aktivitas penambangan pasir di kawasan Nongsa kini menjadi perhatian serius. Terutama, di sepanjang akses menuju Bandara Internasional Hang Nadim.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, menegaskan bahwa pengawasan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin memastikan setiap aktivitas berjalan sesuai aturan.
Ia menyebut, langkah ini murni untuk kepentingan umum. Selain itu, pemerintah juga ingin menjaga tata ruang kota tetap tertib.
Teguran untuk Aktivitas Ilegal
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, turun langsung ke lapangan. Ia memberikan teguran kepada penambang yang diduga beroperasi secara ilegal.
Aktivitas tersebut bahkan terpantau berada di bahu jalan. Kondisi ini dinilai berbahaya. Tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi pengguna jalan.
Karena itu, pemerintah bertindak cepat. Teguran diberikan sebagai bentuk pengawasan sekaligus penegakan aturan.
Risiko Lingkungan dan Infrastruktur
Pengorekan pasir di kawasan Nongsa bukan persoalan sepele. Aktivitas ini berpotensi merusak ekosistem. Selain itu, estetika kota juga bisa terganggu.
Lebih jauh, jalur menuju Bandara Hang Nadim termasuk akses vital. Jika terganggu, dampaknya bisa luas. Baik bagi mobilitas masyarakat maupun aktivitas ekonomi.
Karena itu, pemerintah tidak ingin mengambil risiko. Pengawasan terus diperketat.
Dukungan Tokoh Masyarakat
Langkah pemerintah mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari tokoh masyarakat, Paulus Lein.
Ia menilai, tindakan pemerintah merupakan bagian dari penegakan aturan. Karena itu, masyarakat diminta tidak salah menafsirkan situasi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga harmoni sosial. Menurutnya, Batam adalah kota multikultural. Karena itu, setiap isu harus disikapi dengan bijak.
Imbauan Jaga Kondusivitas
Pemerintah Kota Batam juga mengimbau masyarakat tetap tenang. Warga diminta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas.
Di sisi lain, pemerintah tetap membuka ruang dialog. Namun, penegakan aturan tetap menjadi prioritas.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.
Tata Ruang dan Lingkungan Jadi Prioritas
Melalui pengawasan ini, Pemko Batam ingin memastikan satu hal. Setiap pemanfaatan lahan harus sesuai rencana tata ruang.
Selain itu, aspek keberlanjutan lingkungan juga tidak boleh diabaikan. Pembangunan harus berjalan seimbang.
Karena itu, pengawasan tambang pasir Nongsa bukan sekadar penertiban. Ini adalah upaya menjaga masa depan kota Batam.







