Tak Enak Hati, Rosmeri Tolak Jadi Calon Bupati

Tanjungpinang: Rosmeri, istri calon Gubernur Kepri nomor urut 2, Isdianto mengaku pernah ditawari jadi bupati atau wakil bupati. Tapi dia tolak.

Dia mengatakan sesungguhnya punya bekal. Karena pernah jadi anggota DPRD Karimun selama 10 tahun. Selain itu dia tak enak hati bila mencalonkan diri juga. Karena Isdianto sudah memantapkan hati untuk ikut Pilkada Kepri. “Akhirnya saya putuskan tak ikut. Fokus dampingi bapak saja,” kata Rosmeri.

Rosmeri mengaku selama ini dia sudah sibuk dan sama-sama mengabdi untuk Kepri. Contohnya sebagai Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kepulauan Riau. Organisasi ini membantu kalangan UMKM untuk berkembang.

BACA JUGA:   Tahanan di Lapas Tewas Diduga Dikeroyok Sesama Warga Binaan

Ia mendorong pelaku UMKM berpikir maju dengan membantu mereka mengelola organisasi dengan cara pemasaran modern. Ia mengajak BKOW Kepri bekerjasama dengan perusahaan di Batam yang bergerak di bidang pelatihan manajemen bisnis untuk memberikan bekal pendampingan sejenis inkubator kepada pelaku usaha.

Melalui program pembinaan rutin dan terpola dengan baik itu, UMKM mendapat ilmu manajemen yang baik agar bisa lebih berkembang cepat.

Selama 8 bulan mereka pelaku UMKM mendapatkan bekal pelatihan yang diperhatikan baik baik. Dicarikan tempat pemasaran, dipertemukan dengan pihak perbankan, diajarkan cari mengemas produk agar menarik. Sehingga setelah mengikuti kelas pelaku UMKM ini bisa ekspor seperti bawang goreng, bumbu pecal hingga ke luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

BACA JUGA:   Viral Gara-Gara TikTok, Chandrika Chika Siap Jadi Artis Terkenal

Setelah melalui proses lama, peserta diwisuda. Dari 100 pelaku UMKM, yang tersisa terkadang 46 orang. Inilah seleksi alam. Dan mereka yang tersisa ini bagus dan berkembang.

“Kita sudah mau bawa mereka pameran ke China, tapi karena Covid-19, akhirnya batal. Kita fokus saja soal pelatihan,” kata Rosmeri.

Rosmeri menyebutkan, jika suaminya dipercaya kembali jadi gubernur, maka program inkubator UMKM ini akan dikembangkan dalam jumlah yang besar. Karena sudah terbukti bagus membina pelaku UMKM. Bahkan ada yang jualan salad buah di Tepi Laut, Tanjungpinang omsetnya bisa menembus ratusan juta.

BACA JUGA:   Sidang Gugatan Raffi Ahmad yang Diduga Langgar Prokes Digelar 27 Januari

Ada juga jual kue semprong, nilai penjualannya selama Ramadan dan Lebaran, puluhan juta. “Kita bantu mereka cara pemasaran yang baik. Sehingga orang banyak tahu kalau ada kue semprong yang baik. Itulah menyebabkan penjualan mereka naik omsetnya,” ujar Rosmeri.

Ketika ia gagal ikut kontestasi pilkada Karimun, Rosmeri sangat konsen membantu bagaimana ke depan ibu ibu rumah tangga, anak anak remaja bisa memilik jiwa pengusaha. Dan itu tak sulit. Buktinya banyak yang berhasil ketika mereka diberikan pembekalan yang baik menghadapi dunia bisnis.(***)