Batamclick.com, BATAM — Arus informasi yang mengalir deras di media sosial bak pisau bermata dua. Di satu sisi memudahkan masyarakat mengakses informasi secara cepat, namun di sisi lain membuka celah lebar bagi penyebaran disinformasi, konten unverified, hingga hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan.
Menyikapi kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Kekerabatan Sulawesi Selatan (PKSS) menginisiasi Dialog Wawasan Kebangsaan. Agenda ini hadir sebagai ruang edukasi publik untuk memperkuat semangat persatuan sekaligus meningkatkan literasi digital masyarakat.
Kegiatan di Batam ini merupakan rangkaian sesi kedua, setelah sebelumnya sukses digelar di Kota Tanjungpinang sebagai bagian dari program unggulan PKSS.
Selanjutnya, dialog interaktif ini dijadwalkan berlangsung di Kampus Politeknik Negeri Batam (Polibatam) sebelum 13 Agustus 2026, dengan menghadirkan deretan tokoh ternama Kepulauan Riau (Kepri).
Sejumlah narasumber terkonfirmasi hadir, di antaranya Irjen Pol (Purn) Yan Fitri Halimansyah, Ketua Umum LAM Kota Batam Dato’ Wira Setia Utama Raja Muhamad Amin, Prof. Dr. H. M. Soerya Respationo, Direktur Politeknik Batam Ir. Bambang Hendrawan, serta Sekretaris Jenderal DPP PKSS H. Masrur Amin.
Guna memperluas jangkauan edukasi, dialog kebangsaan ini juga bakal disiarkan secara langsung melalui Radio Republik Indonesia (RRI).
Ketua Panitia Pelaksana, Amir, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan langkah konkret PKSS dalam membangun kesadaran berbangsa sekaligus mengajak warga lebih kritis menyaring informasi di ruang digital.
“Media sosial sudah jadi bagian hidup sehari-hari. Namun, masyarakat perlu paham tidak semua informasi bisa langsung dipercaya. Harus dikonfirmasi, diverifikasi, dan dipastikan sumbernya sebelum dibagikan kembali,” ujar Amir kepada wartawan, Selasa (4/8/2026).
Menurut Amir, rendahnya budaya verifikasi (fact-checking) di kalangan pengguna medsos menjadi pemicu utama maraknya sebaran hoaks. Padahal, dampak narasi yang menyesatkan bisa memicu keresahan hingga merusak stabilitas sosial.
Melalui forum ini, para peserta diajak mendalami etika bermedia sosial dan tanggung jawab menjaga iklim digital tetap sehat. Langkah edukatif ini dinilai kian krusial, terlebih menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-81.
“PKSS berharap kegiatan ini melahirkan budaya literasi digital yang kuat di tengah masyarakat. Harapan kami, semangat kebangsaan tidak sekadar diwujudkan lewat seremoni, tetapi juga melalui sikap bijak dalam menyaring dan menyebarkan informasi,” pungkasnya.
