Zulkifli Hasan Buka Rakernas PJS di Batam, Pers Siber Diminta Kawal Kedaulatan Pangan

BATAM — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dijadwalkan membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jurnalismedia Siber (PJS) di Batam, Kepulauan Riau, pada 4–5 November 2026. Forum ini akan membahas peran pers siber dalam mengawal kedaulatan pangan dan agenda swasembada nasional.

Kepastian kehadiran Zulkifli disampaikan saat menerima audiensi pimpinan Dewan Pimpinan Pusat PJS di ruang kerjanya di Jakarta, Senin, 2 November 2026. Hadir dalam pertemuan itu Ketua Umum PJS Mahmud Marhaba, Wakil Ketua Umum Ady Indra Pawennari, dan Pembina PJS Alias Wello.

“Insya Allah, saya hadir membuka acara Rakernas III PJS di Batam. Sampaikan salam saya kepada teman-teman anggota PJS di seluruh Indonesia,” ujar Zulkifli.

Selain membuka acara, Zulkifli dijadwalkan menjadi pembicara utama dengan topik “Peran Pers Siber dalam Mengawal Kedaulatan Pangan dan Swasembada Nasional”. Tema ini menempatkan pers bukan sekadar sebagai penyampai kebijakan pemerintah, melainkan juga sebagai pengawas pelaksanaan program pangan di lapangan.

Urusan pangan memang tidak berhenti pada angka produksi atau target swasembada. Kebijakan pangan bersentuhan langsung dengan ketersediaan bahan pokok, keterjangkauan harga, dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, informasi yang akurat dan pengawasan publik menjadi bagian penting dalam memastikan program pemerintah berjalan sesuai tujuan.

Pers siber memiliki ruang untuk menjalankan fungsi tersebut. Melalui pemberitaan berbasis fakta dan verifikasi, media dapat menjelaskan kebijakan kepada masyarakat sekaligus menguji pelaksanaannya. Media juga perlu memberi tempat bagi suara petani, pelaku usaha pangan, dan konsumen yang merasakan langsung dampak kebijakan.

Namun, fungsi itu menuntut profesionalisme. Kecepatan publikasi di ruang digital tidak boleh mengalahkan ketelitian dalam memeriksa informasi. Pers juga perlu menjaga independensi agar tetap mampu menjalankan kontrol sosial, termasuk ketika menemukan persoalan dalam pelaksanaan program pemerintah.

Ketua Umum DPP PJS Mahmud Marhaba mengapresiasi kesediaan Zulkifli membuka Rakernas III di Batam. Menurut Mahmud, kehadiran menteri tersebut menjadi momentum bagi organisasi untuk memperkuat kontribusi wartawan media siber dalam mengawal agenda pembangunan nasional.

“Atas nama pimpinan PJS, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Bapak Menko Bidang Pangan membuka Rakernas III PJS di Batam,” kata Mahmud, yang juga merupakan Ahli Pers Dewan Pers.

Panitia terus mematangkan persiapan kegiatan. Sejumlah delegasi dari daerah bahkan telah tiba di Batam sejak Sabtu, 31 Oktober 2026. Mahmud menyebut delegasi dari Sumatera Utara dan Bangka Belitung termasuk yang lebih awal datang.

“Laporan dari panitia, delegasi dari Sumatera Utara dan Bangka Belitung sudah hadir sejak Sabtu lalu. Ini pertanda baik dan menunjukkan semangat yang tinggi dari para anggota,” ujarnya.

Rakernas III PJS diperkirakan diikuti sekitar 250 peserta dari 26 provinsi. Selain menjadi ajang konsolidasi organisasi, forum ini diharapkan memperkuat kapasitas, kompetensi, dan profesionalisme wartawan media siber di tengah perubahan industri pers dan derasnya arus informasi digital.

Bagi PJS, tantangan berikutnya bukan sekadar memperluas jaringan organisasi. Wartawan juga perlu terus meningkatkan kemampuan memeriksa fakta, memahami persoalan publik, dan menyajikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam isu pangan, peran itu menjadi penting karena kebijakan yang diumumkan pemerintah belum tentu sepenuhnya menggambarkan keadaan di lapangan. Di sinilah pers dituntut menjaga jarak kritis, menguji klaim, dan memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi pusat pemberitaan.***

Exit mobile version