Batamclick.com,
Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) menargetkan untuk menurunkan angka pelanggaran lalu lintas guna mencegah terjadinya kecelakaan yang berakibat fatal selama Operasi Keselamatan Seligi 2026.
Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Anom Wibowo mengatakan Operasi Keselamatan Seligi 2026 yang digelar di awal tahun ini berlangsung selama 14 hari terhitung dari tanggal 2 sampai 15 Februari. Operasi ini sekaligus rangkaian awal persiapan Operasi Ketupat 2026.
“Tujuan dari operasi ini menurunkan angka pelanggaran, kecelakaan lalu lintas, dan angka fatalitas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas sehingga terciptanya situasi Kamseltibcarlantas di wilayah Kepri,” kata Anom dalam apel gelar pasukan Operasi Keselamatan Seligi 2026 di Mapolda Kepri, Senin.
Berdasarkan data penegakan hukum selama Operasi Keselamatan dua tahun terakhir, angka kecelakaan lalu lintas menjadi perhatian utama. Terjadi peningkatan sebesar 13 persen atau naik enam kasus. Korban meninggal dunia bertambah satu atau meningkat 23 persen, korban luka berat naik tiga orang (18 persen), dan korban luka ringan meningkat enam orang (10 persen).
Sementara kerugian materi akibat kecelakaan juga meningkat sebesar 23 persen, atau sekitar Rp27 juta. Kecelakaan paling banyak terjadi di wilayah perkotaan dengan korban didominasi oleh kelompok usia produktif antara 15 sampai 34 tahun serta ekndaraan roda dua sebagai penymbang terbesar insiden kecelakaan.
Operasi Keselamatan Seligi 2026 berlangsung serentak di seluruh wilayah hukum Polda Kepri. Melibatkan 397 personel yang terdiri atas, Polda Kepri 79 personel, Polresta Barelang 119 personel, Polres Tanjungpinang 65 persen.
Kemudian, Polres Karimun 64 personel, Polres Bintan 20 personel, Polres Lingga 16 personel, Polres Natuna 17 personel, dan Polres Anambas 17 personel.
“Yang menjadi target kegiatan dan sasaran dari operasi ini adalah, orang, barang atau benda, serta lokasi dan kegiatan sesuai karakteristik situasi wilayah,” ujar Anom.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Kepri Kombes Pol. Taufiq Lukman Nurhidayat menjelaskan Operasi Keselamatan Seligi 2026 mengedepakan cara-cara bertindak 40 persen preventif, 40 persen preemtif dan 20 persen penegakan hukum.
Ada sembilan sasaran prioritas dari operasi ini di antaranya, pengemudi kendaraan roda dua berboncengan lebih dari dua, tidak menggunakan helm. Kendaraan pribadi yang dijadikan travel, kendaraan over demention and over load (ODOL) atau kendaraan sumbu dua ke atas yang bisa berdampak pada kecelakaan lalu lintas, knalpot brong, serta balapan liar.
“Itu bagian sasaran operasi, tapi kami selama operasi ini mengedepankan tindakan-tindakan edukasi, dan humanis,” ujarnya.
Untuk penegakan hukum, lanjut dia, Polda Kepri mengedepankan penindakan langsung secara elektronik (ETLE). Saat ini terdapat 28 unit ETLE yang aktif di wilayah hukum Kepri, baik itu ETLE statis maupun mobile.
Namun, Polda Kepri juga akan melakukan penegakan hukum secara manual (tilang manual) melihat situasi di lapangan.
“Kalau penegakan hukum secara manual ada tahapan-tahapannya terhadap pelaku pelanggaran yang fatalitas yang berpotensi terhadap resiko kecelakaan,” ujarnya.
Sumber, Antara










