20 SMP Sederajat di Karimun Dipastikan Ikuti UNBK

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim

BATAMCLICK.COM: Sebanyak 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat dipastikan akan mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, Bakri Hasyim mengatakan, ke 20 sekolah setingkat SMP sederjat yang bakal mengikuti UNBK sudah dinyatakan kesiapannya. Mulai dari perangkat komputer yang dibutuhkan, ruangan yang memadai dan fasilitas internet yang mudah diakses.

“Beberapa hari lalu baru 16 SMP sederajat yang menyatakan kesiapannya untuk mengikuti UNBK. Tapi baru-baru ini ada tambahan lagi empat sekolah, sehingga total ada 20 SMP sederajat yang akan ikut ujian menggunakan komputer. Kalau total SMP sederajat se Kabupaten Karimun sekitar 60 sekolah, sudah termasuk MTs,” jelas Bakri, Senin (11/2).

Hanya saja, Bakri belum dapat menjabarkan sekolah mana saja yang akan mengikuti UNBK, namun rata-rata sekolah favorit dan unggulan akan mengikuti UN menggunakan komputer atau UNBK. Seperti di pulau Karimun, Kundur dan Moro.

“Kalau di pulau-pulau masih belum bisa ikuti UNBK, alasannya pertama ketergantungan sinyal. Kita tahu sendiri jaringan telepon apa lagi internet dipulau-pulau buruk, sehingga tidak mampu menunjang pelaksanaan ujian menggunakan komputer,” kata Bakri lagi.

Dikatakan, untuk melengkapi perangkat agar dapat melaksanakan UNBK, beberapa sekolah menyiasati dengan menghimbau kepada para siswa siswi yang memiliki laptop agar dapat membawanya kesekolah.

“Seperti di SMPN 1 Karimun, perangkat komputernya masih kurang, jadi para siswa yang punya laptop dan bisa digunakan untuk ujian, kita himbau agar dapat membawanya ke sekolah untuk dapat dipinjam agar mudah mengikuti ujian,” katanya.

Bakri meminta kepada masyarakat tak perlu khawatir ketika anak-anak membawa laptop ke sekolah. Karena itu akan menunjang pelaksanaan ujian di sekolahnya. Disamping itu, tidak hanya laptop siswa yang digunakan untuk melengkapi perangkat, tapi juga seluruh laptop milik para guru dan tenaga kependidikan di sekolah dianjurkan untuk dibawa.

“UNBK ini justru lebih menjauhkan anak-anak untuk tidak berbuat curang atau mencontek. Karena soalnya baru bisa dibuka saat jam mengerjakan soal ujian dimulai,” ujar Bakri.

Kata dia, dalam satu ruangan, jumlah perangkat komputer yang dibutuhkan tergantung dari banyaknya jumlah siswa. Jika sedikit perangkat namun jumlah siswa yang ujian cukup banya, maka akan dilakukan berdasarkan sift.

“Untuk data teknis saya kurang hapal, nanti disampaikan lagi. Sekarang masih dalam persiapan dulu,” tambahnya.

Sedangkan untuk SMA sederajat, Bakri tidak mengetahui persis berapa sekolah yang akan mengikuti UNBK, karena tidak lagi menjadi kewenangan Kabupaten. Sehingga data yang ada berada di Disdik Provinsi Kepri.(gan)