Pendaftaran Paspor Tak Lagi Mengantri, Imigrasi Karimun Sediakan Aplikasi APAPO Bagi Pengguna Android

Kepala Seksi Lalu Lintas Kantor Imigrasi Klas II Tanjungbalai Karimun Kristian menunjukkan aplikasi APAPO dari ponselnya, Jumat (8/2)
Kepala Seksi Lalu Lintas Kantor Imigrasi Klas II Tanjungbalai Karimun Kristian menunjukkan aplikasi APAPO dari ponselnya, Jumat (8/2)
Kepala Seksi Lalu Lintas Kantor Imigrasi Klas II Tanjungbalai Karimun Kristian menunjukkan aplikasi APAPO dari ponselnya, Jumat (8/2)
Kepala Seksi Lalu Lintas Kantor Imigrasi Klas II Tanjungbalai Karimun Kristian menunjukkan aplikasi APAPO dari ponselnya, Jumat (8/2)

BATAMCLICK.COM: Masyarakat Kabupaten Karimun kini tak perlu lagi repot-repot harus mengantri untuk membuat paspor di Kantor Imigrasi Klas II Tanjungbalai Karimun. Karena kini telah ada layanan berbasis online, memudahkan masyarakat melakukan pembuatan paspor dimanapun berada.

Kepala Seksi Lalu Lintas Kantor Imigrasi Klas II Tanjungbalai Karimun Kristian mengatakan, aplikasi yang dimaksud adalah Antrian Paspor Online (APAPO). Aplikasi tersebut saat ini sudah bisa diakses melalui ponsel android, dan sudah dapat di unduh dari App Store.

“Kita sudah launching pada 26 Januari kemarin. Rencananya, seluruh pendaftaran pembuatan paspor mulai dialihkan menggunakan aplikasi APAPO per 1 Maret mendatang,” jelas Kristian, Jumat (8/2).

Kata Kristian, untuk saat ini pelayanan masih seperti biasa dengan menggunakan fasilitas Anjungan Paspor Mandiri (APM). Namun masyarakat sudah ada yang menggunakan aplikasi tersebut. Dan hampir rata-rata dalam satu hari ada sekitar 12 pemohon menggunakan aplikasi APAPO.

Penerapan APAPO juga akan diberlakukan bagi wilayah Tanjungbatu dan Moro, dan akan terkoneksi di Kantor Imigrasi Klas II Tanjungbalai Karimun.

Rencananya, Imigrasi Klas II Tanjungbalai Karimun juga bakal mengembangkan inovasi tersebut, dengan menyediakan format untuk PC atau laptop, agar seluruh masyarakat dapat mengaksesnya melalui fasilitas apapun yang mereka miliki. Karena tidak semua masyarakat memiliki ponsel android.

“Akan kita upayakan untuk wilayah pulau-pulau agar dapat diakses juga menggunakan komputer atau laptop. Karena warga di pulau kan kita tahu tidak semua punya android. Bisa juga datang ke warnet sekejap untuk mengis data,” terangnya.(gan)