Kondisi Kantor Camat Karimun Memprihatinkan, Untuk Ketiga Kalinya Usulan Renov Disampaikan Saat Musrenbang

Camat Karimun, Arpan menyampaikan sambutan dalam membuka Musrenbang tingkat Kecamatan Karimun di Gedung Nasional, Rabu (6/2)
Camat Karimun, Arpan menyampaikan sambutan dalam membuka Musrenbang tingkat Kecamatan Karimun di Gedung Nasional, Rabu (6/2)
Camat Karimun, Arpan menyampaikan sambutan dalam membuka Musrenbang tingkat Kecamatan  Karimun di Gedung Nasional, Rabu (6/2)
Camat Karimun, Arpan menyampaikan sambutan dalam membuka Musrenbang tingkat Kecamatan
Karimun di Gedung Nasional, Rabu (6/2)

BATAMCLICK.COM: Camat Karimun, Arpan terpaska kembali mengusulkan renovasi Kantor Camata Karimun untuk ketiga kalinya, dalam agenda Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Karimun, yang digelar di Gedung Nasional, Rabu (6/2).

“Perlunya dilakukan renovasi Kantor Camat Karimun karena kondisinya sudah memprihatinkan. Untuk bagian temboknya saat ini tidak masalah, yang jadi persoalan adalah bagian atapnya, sudah cukup lama tidak ada perbaikan atau renovasi. Sementara kondisi atapnya banyak yang bocor, sehingga ketika hujan pasti merembes masuk ke bebrapa ruangan,” kata Arpan.

Usulan renovasi Kantor Camat Karimun merupakan salah satu dari beberapa poin yang kembali disampaikan pada Musrenbang Kecamatan Karimun tahun 2019, yang mana pada beberapa tahun lalu juga ada skala prioritas yang juga tak terealisasi.

“Total ada sekitar 45 persen lah yang belum terealisasi usulan ditahun-tahun sebelumnya, sehinga kembali kita sampaikan pada Musrenbang tahun 2019 ini, mudah-mudahan dapat terealisasi pada 2020 mendatang,” harap Arpan.

Arpan mengaku tidak mengetahui persis penyebab banyaknya usulan yang tak terealisasi ditahun sebelumnya, termasuk renovasi Kantor Camat Karimun dan pemasangan pagar keliling kantor camat yang tak kunjung dibangun.

Dijelaskan, mengenai anggaran yang dibutuhkan juga tidak dapat disampaikan. Sehingga dia menyerahkan sepenuhnya kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan penghitungan.

“Ya mudah-mudahan dapat dibantu oleh anggota DPRD Kabupaten Karimun dari Dapil Karimun I, sehingga usulan ini tidak lagi meleset. Kemudian pada Musrenbang Kabupaten pun poin-poin yang kita sampaikan tadi akan jadi prioritas untuk disampaikan ditingkat Kabupaten,” jelasnya.

Dalam musrenbang itu, terdapat 48 skalah prioritas usulan dari seluruh Kelurahan dan Desa, yang merupakan hasil kesepakatan Musrenbang ditingkat Kelurahan maupun Desa beberapa hari sebelumnya, kemudian digabung jadi satu sehingga poin skala prioritas Musrenbang Kecamatan Karimun.

Sementara, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Kabupaten Karimun, Junaidi yang turut hadir pada Musrenbang Kecamatan Karimun mengatakan, usulan dalam Musrenbang harus diperhatikan lokasi dan status tanah, sehingga perlu dilakukan kroscek kembali ke lokasi.

“Yang perlu diperhatikan pertama adalah, apakah masuk kedalam kawasan hutan lindung, ini adanya di dinas teknis seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Titik-titik usulan pripriotas harus dilihat lagi. Kita kan punya macam-macam jenis hutan, ada hutan lindung, hutan konversi dan lainnya. Kalau mau membangun dan masuk dalam zona kawasan hutan, maka harus ada izin ke Menteri,” pinta Junaidi.

Selain itu, diminta kepada pihak Kecamatan untuk melakukan klarifikasi dari poin-poin yang diusulkan, terutama soal pengaspalan atau pembangunan jalan. Apakah ada yang merupakan kewenangan Provinsi ataupun Kabuptaen.

Junaidi mengatakan, Baperlitbang Kabupaten Karimun juga telah memegang draf usulan prioritas dari Kecamatan Karimun, namun itu hanya usulan yang disampaikan masyarakat di masing-masing Kelurahan dan Desa. Sehingga belum ada usulan dari para OPD.

“Apa yang diusulkan ini tergabung jadi satu dari seluruh Desa dan Kelurahan, dan disusun jadi skala prioritas sebagaimana yang disampaikan Camat Karimun tadi ada 48 poin usulan. Nantinya juga akan ada usulan yang berasal dari dinas teknis terkait Pemkab Karimun,” jelas Junaidi.(gan)