BATAMCLICK.COM, Tanjungpinang – Sejumlah wartawan yang merupakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang, berkumpul dan menggelar aksi penolakan remisi yang dikeluarkan Presiden RI Joko Widodo kepada salah satu terpidana kasus pembunuhan wartawan radar Bali. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Pamedan Jalan Ahmad Yani dan dilanjutkan ke Kantor wilayah Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kepri, Jum’at (25/1/2019).

Aliansi Jurnalis Independen Tanjungpinang yang tergabung di dalam organisasi jurnalis dari Ikatan Wartawan Online (IWO) dan mahasiswa Umrah, dalam aksi tersebut dengan para jurnalis mengusung keranda mayat yang bertuliskan “cabut remisi pembunuh jurnalis” .

Aksi yang dilakukan ini merupakan bentuk kekecewaan para Jurnalis/Wartawan kepada pemerintah yang telah memberikan remisi kepada I Nyoman Susrama yang merupakan otak pelaku atas meninggalnya AA Gede Bagus Narendra Prabangsa, Jurnalis radar Bali.

Penolakan remisi yang dilakukan AJI bukan hanya di Tanjungpinang saja tetapi di seluruh penjuru Indonesia. Bahkan untuk aksi AJI di Tanjungpinang turun ke jalan dengan membawa keranda mayat sebagai simbol matinya kebebasan pers.

“Aksi yang kita laksanakan ini merupakan bentuk empati kita kepada sesama Jurnalis apalagi I Nyoman Suarama merupakan wartawan radar Bali yang merupakan korban pembunuhan,” ujar Ketua AJI Tanjungpinang, Jailani.

Selain kasus pembunuhan Jurnalis Radar Bali, AJI Tanjungpinang meminta Polda Kepri untuk menuntaskan  proses hukum perkara tindakan premanisme terhadap jurnalis yang terjadi di Pengadilan Negeri Tanjungpinang pada (26/6/2016) lalu. Yakni, saat melakukan peliputan sidang penyelundupan.

“Bentuk aksi ini selain penolakan terhadap remisi pembunuhan jurnalis radar Bali, kita juga menolak kekerasan terhadap pers, pencabutan remisi pelaku pembunuhan Jurnalis. Kami juga meminta agar Polda Kepri kembali membuka kasus kekerasan terhadap wartawan AJI Tanjungpinang yang menerima tindakan premanisme saat sedang melakukan peliputan, dimana kasus tersebut sudah ada penetapan tersangka” tutup Jailani. (el)